Thursday 13th December 2018

Di Blora, 21 Pasangan Nikah Siri Jalani Sidang Isbat Nikah

Di Blora, 21 Pasangan Nikah Siri Jalani Sidang Isbat Nikah
(Sidang isbat (penetapan) secara resmi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa 4-12-2018)

Blora- Sebanyak 21 pasangan suami istri menjalani sidang isbat (penetapan) secara resmi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa 4-12-2018. Ke 21 pasangan suami istri itu sebelumnya hanya berstatus nikah siri atau secara agama.

Yang menarik, peresmian nikah ini dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 90. Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten Blora memfasilitasi prosesi pernikahan—sesuai hukum posiif. Pernikahan di hadapan penghulu disaksikan puluhan saksi ini, dipimpin hakim dari Pengadilan Agama (PA) Blora.

Program nikah ini, atas kerjasama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Pengadilan Agama Kelas I-B Blora.

Kepala Dinsos P3A, Sri Handoko, mengemukakan, ke-21 pasangan yang menjalani sidang isbat nikah terpadu dari seluruh kecamatan di Blora. Pasangan tertua, Mbah Rasmin,70 tahun, dan Mbah Saliyem, 88 tahun, dari Kecamatan Kunduran. Termuda pasangan Suwiji,36 tahun, dan Ria Refianti,26 tahun dari Kecamatan Tunjungan. ‘’Kami memfasilitasi untuk menikah secara hukum negara,’’ ujarnya.

Menurutnya, mereka sudah sah menikah secara agama, tetapi belum dicatat secara administrasi negara. Setelah disidang isbat nikah, pasangan suami istri itu akan menerima buku nikah, penerbitan KK baru dan KTP baru.

Mbah Rasmin,70 tahun, peserta sidang itsbat nikah mengaku ikut karena ingin mendapat kepastian status perkawinannya secara administrasi negara. Sehingga bisa mendapat buku nikah dan anak-anaknya memiliki akta kelahiran atas nama kedua orangtuanya. ‘’Ayem rasane nek sampun diakui negoro (tenang rasanya kalau diaku Negara),’’ katanya penuh haru.

Reporter : Ais
Editor : Sujatmiko