Thursday 13th December 2018

Marbot Masjid Pun Dapat Insentif dari Pemkab Bojonegoro

Marbot Masjid Pun Dapat Insentif dari Pemkab Bojonegoro
(Masjid Besar Al Furqon Kecamatan Sugihwaras Bojonegoro)

Bojonegoro-Marbot atau Penjaga masjid dan tenaga kebersihan tempat Ibadah pada tahun 2019 direncanakan mendapatkan insentif dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Selain Marbot Masjid, Guru Keagamaan non formal juga mendapatkan insentif.

Pemerintah Kabupaten juga merencanakan untuk memberikan Tali asih kepada para ulama dan tokoh agama.Hal tersebut tertuang dalam Nota Keuangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2019.

Dalam pandangan umum Fraksi Demokrat,menyebutkan tidak keberatan dengan pemberian insentif tersebut. Namun Fraksi Demokrat mempertanyakan data orang-orang yang mendapatkan insentif tersebut “ini tahun politik” Kata Fauzan dalam Pembacaan Pandangan Umum Fraksi Demokrat di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Bojonegoro, Senin 19-11-2018.

Menanggapi pertanyaan Fraksi Demokrat, Pemerintah Kabupaten Bojoengoro memberikan jawaban. Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto, membacakan Jawaban Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam rapat paripurna DPRD Bojonegoro, Rabu, 21-11-2018.

Wakil Bupati Budi Irawanto menjelaskan Pemberian Insentif kepada Guru Keagamaan non Formal, diberikan kepada Ustadz/Ustadzah dengan ketentuan :Ustadz/Ustadzah TPA/TPQ yang sudah berbadan Hukum Indonesia, Ustadz/Ustadzah yang Non PNS,Ustadz/Ustadzah yang bersyahadah ( layak untuk mengajar di TPA/TPQ).

Untuk data Marbot atauTenaga Penjaga/Kebersihan Tempat Ibadah, diperoleh dari hasil pendataan Kecamatan dan Desa dari Jumlah Tempat Ibadah yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Untuk Pemberian tali asih kepada Ulama’ dan Tokoh Agama, diberikan Tokoh Agama dan Ulama’ yang ada di Desa dan Kecamatan hasil koordinasi kami dengan Desa dan Kecamatan.

Reporter : Tim
Editor : Syafik