Wednesday 14th November 2018

Dengan Hotmix, Pembangunan Jalan lebih merata

Dengan Hotmix, Pembangunan Jalan lebih merata
(Muhlasin Affan, Sekretaris DPC Partai Demokrat, Anggota Badan Anggaran DPRD Bojonegoro)

Bojonegoro- Menanggapi tingginya proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro tahun 2019, yang bisa mencapai 5 Triliun, Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Muhlasin Afan, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atau eksekutif untuk serius dalam perencanaan pembangungan, sehingga tidak terjadi lagi proyek yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Affan-panggilanya- mencontohkan Proyek pavingisasi yang dulu di jalankan, ternyata pada jalan poros kecamatan atau Jalan Kabupaten tidak tepat, yang akhirnya cepat rusak, bergelombang, berantakan dan bahkan membahayakan pengguna jalan “Kesanya Proyek oriented” Kata Pria yang juga sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bojonegoro.

Lebih lanjut Affan mengatakan terkait soal pembangunan jalan harus ada kajian yang mendalam sistem pembangunan jalan yang sesuai dengan kondisi tanah di wilayah Bojonegoro. Pengalaman masa lalu dengan memaksakan satu sistem pembangunan jalan berakhir kurang menguntungkan untuk masyarakat. Affan juga meminta eksekutif memperhitungkan pemerataan pembangunan jalan sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati jalan bagus “Pilih yang efisien biaya pembangunanya sehingga jalan yang dibangun lebih panjang” Kata Affan.

Affan juga meminta agar ada evaluasi menyeluruh atas proyek pembangunan di Bojonegoro, yang dalam temuanya banyak sekali proyek yang cepat rusak sehingga merugikan masyarakat“harus diketahui siapa dan dimana yang salah, agar ada perbaikan” Kata Pria asal Baureno ini.

Menurut anggota Komisi D DPRD Bojonegoro, Mashadi, panjang jalan di Bojonegoro adalah 630 KM, sementara yang perlu dibangun adalah 65% atau 490 KM, direncanakan pada tahun 2019, untuk pembangunan jalan dianggarkan sebesar 560 Milyar. Jika mengacu biaya pembangunan jalan dengan sistem cor atau rigid mencapai 4,5 Milyar per kilo meter, maka panjang jalan yang bisa dibangun sekitar 124 KM, sementara jika dengan menggunakan Hotmix dengan biaya 2,25 Milyar, maka panjang jalan yang bisa dibangun sekitar 248 KM. Sehingga dengan aspal hotmix otomatis lebih panjang jalan yang bisa dibangun “lebih banyak jalan diwilayah Bojonegoro yang dapat dibangun maka lebih banyak masyarakat yang merasakan” Kata Mashadi.

Reproter : Tim
Editor : Syafik