Wednesday 14th November 2018

Beda Tafsir, Pedagang Protes ke Kepala Satpol PP

Beda Tafsir, Pedagang Protes ke Kepala Satpol PP
(Kepala Satpol PP mendapatkan protes dari Pengurus HMI Bojonegoro yang mendampingi Pedagang, Senin 5-11-2018)

Bojonegoro-Di akhir dialog yang digelar Senin, 5-11-2018, pedagang yang berdagang pada malam hingga pagi hari di Jalan Raya depan Pasar Kota Bojonegoro, menyimpulkan bahwa para pedagang masih tetap bisa berdagang di tempat biasa sambil menunggu hasil kaji ulang kebijakan penataan pedagang, seperti yang disampaikan oleh Bupati Anna Muawanah diakhir dialog. Kesimpulan ini disampaikan oleh Ketua Paguyuban Pedangang, Mukayan, melalu pengeras suara “silahkan berdagang seperti biasa sambil menunggu hasil kaji ulang” Kata Kayan.

Mendengar pengumuman dari Ketua Paguyuban, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gunawan, menyampaikan bahwa perintah Bupati Anna Mu’awanah sudah jelas, harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga para pedagang harus mulai berdagang dihalaman pasar Kota pada tanggal 6-11-2018, seperti yang disampaikan selama ini “Perintah Bupati Jelas, jadi harus mulai berdagang ditempat yang sudah disediakan” Kata Gunawan melalui pengeras suara.

Mendengar pengumuman yang disampaikan oleh Gunawan para pengunjuk rasa pun protes dengan mendekati Gunawan dengan mengatakan seharusnya ditunggu hasil kaji ulang dulu. Protes juga disampaikan oleh para pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang mendampingi para pengunjuk rasa “Mestinya tunggu hasil kaji ulang” Kata salah satu pengurus HMI Bojonegoro.

Namun Gunawan tetap berpedoman pada Peraturan bahwa harus dilakukan penataan mulai tanggal 6 Nopember 2018. Terkait keluhan para pedagang tentang keamanan dan kenyamanan para pedagang, Gunawan memberikan jaminan “ kita jamin, kita salaman” Kata Gunawan sambil bersalaman dengan salah satu pengurus HMI Bojonegoro.

Sebelumnya dalam dialog, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro Sigit Kushariyanto yang hadir menjelaskan hasil pertemuan antara pedagang, ketua DPRD dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Gunawan pada tanggal 21 Oktober, dalam pertemuan tersebut dihasilkan keputusan pihak paguyuban pedagang minta waktu untuk melakukan sosialisasi kepada anggotanya, sampai tanggal 25 Oktober, lalu mundur lagi hingga tanggal 29 Oktober namun belum bisa dilaksanakan, akhirnya dari hasil musyawarah dengan anggota paguyuban diputusan untuk melakukan penataan secara mandiri pada tanggal 6 Nopember 2018 “mari kita jaga komitmen lah” Kata Sigit-panggilanya-

Ketua Paguyuban Pedagang, Mukayan atau biasa dipanggil Kayan, mengatakan memang benar ada keputusan tersebut, tetapi masih belum bulat karena ada yang setuju dan yang tidak setuju. Kayan-panggilanya-menyampaikan bahwa jalan yang dibuat jualan adalah jalan mati sehingga tidak mengganggu pengguna jalan “kami mohon kebijakan bupati “ Kata Kayan.

Perwakilan dari pedagang yang lain Yanto, mengatakan bahwa lapak yang disediakan untuk penataan tidak sesuai kebutuhan karena ukuranya terlalu kecil yakni 1 x 1,5 M selain itu beberapa lapak sudah ada yang menempatinya sehingga dikhawatirkan ada gesekan dengan pedagang yang lain “Maaf Bu, Kami moh pindah” kata Yanto.

Senada dengan Yanto, pedagang lain yakni Ugik menyampaikan permasalahan penataan tersebut dan dirinya meminta untuk tetap diperbolehkan berdagang ditempat biasa namun hanya memakai 2 meter badan jalan dari trotoar barat, sehingga tidak mengganggu lalu lintas “Perkenankan kami berdagang ditempat biasa” kata Ugik.

Menanggapi keluhan para pedagang, Bupati Anna Mu’awanah menyampaikan bahwa pihaknya akan membahas permasalahan ini dengan stake holder yakni dengan menyediakan sarana yang memadai, menata los dan perbaikan sarana prasaran pasar kota “Tidak ada niat untuk menyengsarakan rakyat Bojonegoro, kita akan rapatkan” Kata Bupati Anna Muawanah

Reporter : Tim
Editor : Syafik