Wednesday 14th November 2018

600 Sampel Darah Warga Dua Desa di Blora, Negatif Kaki Gajah

600 Sampel Darah Warga Dua Desa di Blora, Negatif Kaki Gajah
(Sejumlah warga Desa Tawangrejo , Kecamatan Kunduran, antre diambil sampel darahnya)

BLORA- Dinas Kesehatan Blora tidak menemukan adanya warga yang berpotensi mengidap penyakit kaki gajah di Desa Tawangrejo, Kecamatan Kunduran dan di Desa Wantilgung, Kecamatan Ngawen. Kesimpulan ini didapat dari hasil pemeriksaan 600 sampel darah dari warga di kedua desa tersebut ‘’Ke-600 sampel darah itu negatif semua. Artinya, tidak ada penderita kaki gajah di kedua desa itu,’’ ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Edi Sucipto, melalui Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Sutik, Senin 29-10-2018.

Sutik mengungkapkan, beberapa tahun lalu pernah ada penderita penyakit kaki gajah di kedua desa tersebut. Pihaknya pun melakukan penanganan dengan pemberian obat kepada penderita. Untuk memastikan apakah penderita itu sudah sembuh dan apakah masih ada penderita lagi, pihaknya memeriksa sampel darah 600 orang warga di desa itu. ‘’artinya penyakit kaki gajah tidak menyebar ke warga lainnya,’’ tegas Sutik.

Sekadar diketahui, penyebab penyakit filariasis atau kaki gajah adalah infeksi cacing Filaridae. Setelah menginfeksi tubuh, cacing jenis itu dapat ditemukan di dalam peredaran darah, limfe, otot, jaringan ikat, atau rongga serosa pada tulang belakang. Filariasis ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex quinquefasciatus di daerah perkotaan dan nyamuk Anopheles/Aedes di daerah pedesaan. Nyamuk itu dapat bertahan dalam tubuh manusia hingga lima tahun.

Jika pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil positif, maka pasien akan ditangani dengan pengobatan berupa terapi Dietilcarbamazine (DEC) -ditujukan untuk membunuh mikrofilaria. Pengobatan biasanya diulang 1-6 bulan, atau selama 2 hari per bulan.

Namun, perlu diiingat bahwa matinya cacing tidak serta-merta membuat pembengkakan mereda. Pembengkakan tetap bisa terjadi karena tubuh cacing yang mati akan terkumpul di jaringan pembuluh limfe. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pencegahan supaya jangan sampai cacing dan anak cacing yang sudah ada di tubuh penderita terus berkembang.

Untuk menghentikan mikro filaria secara luas, Kementerian Kesehatan mengadakan program Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis (POPM). Pengobatan dengan DEC dan albendazole diminum satu kali dalam satu tahun selama 5 tahun berturut-turut.

Menurut Sutik, bulan Oktober ini merupakan waktu pelaksanaan Program Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga). Belkaga adalah program Pemerintah Pusat untuk memberantas penyakit kaki gajah dan pemberian obat pencegahan filariasis tahun ini merupakan kelanjutan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam program Belkada, akan dibagikan obat pencegahan penyakit kaki gajah. Warga usia dua tahun hingga 70 tahun diwajibkan meminum obat tersebut. ‘’Obat gratis yang disediakan pemerintah itu dikonsumsi setahun sekali selama lima tahun berturut-turut,’’ kata Sutik.

Menurutnya, petugas atau kader kesehatan dari setiap Puskesmas akan datang ke rumah warga di desa-desa di Blora. Mereka pun akan membagikan obat pencegahan kaki gajah itu secara gratis. ‘’Di Blora, jumlah sasarannya mencapai lebih dari 800 ribu orang,’’ Pungkas Sutik

Reporter : Ais
Editor : Syafik