Wednesday 14th November 2018

Bulan Bahasa SMPN I Bojonegoro, Guru-Murid Berkreasi

Bulan Bahasa SMPN I Bojonegoro, Guru-Murid Berkreasi
Para guru di SM Negeri I Bojonegoro belajar menulis karya ilmiah. Acara ini dalama rangka Bulan Bahasa yang digelartiab Bulan Oktober, Sabtu 27-10-2018. Foto dok. SMPNI Bojonegoro.

Bojonegoro – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Bojonegoro menggelar Coaching Clinic Literasi (Program Sekolah Rujukan) dan Unjuk Karya Kreasi Siswa, di aula sekolahan, Sabtu 27-10-2018. Kegiatan ini dalam rangka Bulan Bahasa yang digelar tiap bulan Oktober.

 

Acara dibuka Kepala SMPN 1 Bojonegoro Lasiran untuk acara Coaching Clinic Literasi  diikuti para guru dan siswa yang membuat karya tulis. Para guru mendapatkan pencerahan dari Sastrawan Bojonegoro, Yonathan Rahardjo. Sedangkan siswa mendapatkan pembelajaran dari jurnalis di Bojonegoro, Korij Zainal Asrori.

 

Unjuk Karya Kreasi Siswa diikuti Siswa Kelas VII dan VII. Mereka membuat produk minuman, daur ulang sampah dan pentas budaya mata pelajaran praktik. Untuk produk minuman, guru pembimbing memilih membuat teh bunga bougenvile yang dicampur kayu manis, jahe dan buah pohon jambe. Para siswa dibagi perkelompok yang membawa kompor, panci dan air mineral “Saya sudah pernah membuat minuman ini,” ujar salah satu siswa kelas VII sambil menyalakan kompor.

 

Untuk kelas VIII membuat kreasi daur ulang sampah kertas dan plastik. Bahan baku daur ulang ini disulap menjadi bunga yang indah dan warna warni. Sedangkan untuk Pentas Budaya Siswa menggelar pertunjukkan drama tradisional dengan khas Bahasa Jawa. Kostumnya disesuai peran masing masing siswa.

 

Menurut Kepala SMPN 1 Bojonegoro Lasiran, di Bulan Bahasa,  sekolahnya menggelar Festival Literasi. Yakni Literasi Baca menulis dengan peserta semuanya. Mulai Kepala Sekolah, Guru, TU, tenaga kebersihan dan petugas keamanan. Tujuannya belajar dan menghasilkan sebuah karya. “Nantinya menulis sebuah karya sesuai bidangnya, ” jelas pria asal Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro ini.

 

Festival kedua adalah, Literasi Ragam Budaya dalam bentuk drama tradisional. Harapannya siswa semakin mencintai tanah air Indonesia. Terutama melalui penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Juga mengenal keragaman Budaya Indonesia yang dibingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Reporter     : Syafik

Editor         : Sujatmiko