Wednesday 14th November 2018

Pedagang Pasar Tumpah Pasar Kota Tagih Janji Bupati dan Wakil Bupati

Pedagang Pasar Tumpah Pasar Kota Tagih Janji Bupati dan Wakil Bupati
(Para Pedangan Pasar Tumpah Depan Pasar Kota Bojonegoro, Usai Mengikuti Sosialisasi Keteriban dan Kebersihan Pasar Kota, Pendopo Malowopati, Kamis 25-10-2018)

 

Bojonegoro –“Jika tetap dilaksanakan Penertiban, kami akan tagih janji Bupati dan Wakil Bupati” Kata Yanto pedagang ikan laut di Pasar tumpah di pasar kota yang berjualan Malam hari hingga pagi hari. Hal tersebut disampaikan Yanto pada saat sosialisasi Ketertiban dan Kebersihan Lingkungan Pasar Kota Bojonegoro, di Pendopo Malowopati , Kamis 25-10-2018.

 

Yanto adalah salah satu pedagang yang menolak untuk dipindahkan dari berjualan lesehan di bahu jalan depan pasar kota ke parkir pasar kota Bojonegoro, alasanya dapat menimbulkan gesekan dengan pedagang yang sudah berjualan di lokasi yang ditentukan, meski sudah dilakukan penataan dengan membuat kapling.

 

Masih menurut Yanto yang sudah berjualan bertahun-tahun di lokasi saat ini, dirinya setuju dilakukan penertiban dengan mengurangi volume lapak dari 3 meter ke bahu jalan mundur 1 meter menjadi 2 meter.

 

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tumpah Pasar Kota Bojonegoro, Mukayan, mengaku kecewa karena tidak bertemu dengan Bupati Anna Muawanah, pasalanya pihaknya berkeinginan untuk menyampaikan langsung kepada Bupati Anna Muawanah, tentang keluhan dan penolakan atas penertiban ini. Salah satu keluhan yang ingin disampaikan langsung kepada Bupati adalah bahwa selama ini pihak pedangang harus membayar iuran pada pengelola pasar sebesar 2 ribu rupiah permeter “ya Kecewa mas, padahal dulu saya memilih beliau” Kata Mukayan pada reporter damarkita.com.

 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Ahmad Gunawan, menyampaikan bahwa penertiban atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 tahun 2015 tentang penyelenggaraan ketentraman, ketertiban umum, baru dapat dilakukan tahun 2016, karena baru diundangkan pada tahun 2015. Dan proses penertiban yang dilakukan secara bertahap, mulai dari Penertiban Pedangan di Pasar Banjarejo, Pedagang di terminal Lama dan sejumlah tempat lainnya serta razia Pekerja Sex Komersial (PSK) dan saat ini memasuki tahapan di Pedagang Lesehan yang berjualan di bahu jalan. Gunawan-panggilanya- menambahkan bahwa tugas Satpol PP adalah menjaga ketertiban dengan menegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati “tidak ada kepentingan politik apapun” Tegas Gunawan dengan suara khasnya yang lantang.

 

Masih menurut Pria mantan Camat Malo in, Yang di maksud dengan menertibkan itu menggeser dari badan jalan ke halaman parkir pasar dan sudah di siapkan 600 kapling dengan ukuran yg sama, Penertiban rencananya dimulai pada 6-10-2018 dengan mendahulukan para pedagang yang sudah mendaftarkan diri yang melampirkan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), setiap Kaplingan diberi nama sesuai permintaan dari para Pedagang.

 

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Agus Hariyana, kembali menyampaikan jika penertiban terbut sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten untuk memberikan perlindungan kepada para pedagang “ini sebagai bentuk perlindungan kepada para pedagang” pungkasnya pada sosilasiasi yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas LIngkungan Hidup, Nurul Azizah dan Sekretaris Dinas Perhubugnan.

 

Reporter : Rozikin
Editor : Syafik