Wednesday 14th November 2018

Mahasiswa Terjerat Narkoba, Uang Kuliah Dibelikan Sabu

Mahasiswa Terjerat Narkoba, Uang Kuliah Dibelikan Sabu
(Tim Satuan reserse Narkoba Polres Bojonegoro mengeler dua tersangka yang terjerat kasus narkoba di Markas Polres Bojonegoro, Jumat 2-10-2018. Foto Rozikin)

Bojonegoro–Tim Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Bojonegoro menangkap dua orang berinisial QM, 24, tahun dan RT,28 tahun. Keduanya ditangkap di dua tempat pada waktu yang berbeda.

Polisi kini menahan kedua tersangka di rumah tahanan Markas Polres Bojonegoro. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti narkoba jenis sabu-sabu. Dari keterangan kedua tersangka, polisi juga masih mengembangkan kasus ini. Pasalnya, kasus narkoba ini, diduga ada hubungan jaringan antara Bojonegoro dengan Surabaya.

Tersangka QM, yang tinggal di Desa Sukorejo, Kota Bojonegoro ini ditangkap di Desa Pacul, pada Selasa 23-10-2018 lalu. Polisi mendapatkan informasi dari masyarakat yang mencurigai keberadaan tersangka. Kecurigaan polisi terbukti benar. Begitu dilakukan penggeledehan di sebuah tempat di Pacul, polisi mendapati narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,41 gram.”Tersangka beli dari seorang di Surabaya seharga Rp 500 ribu,” ujar Kepala Kepolisian Resort Bojonegoro Ajun Komisaris Besar Polisi Ary Fadli, Jumat 26-10-2018.

Dari data identitas tersangka QM, ternyata masih tercatat sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Bojonegoro. Hasil pemeriksaan polisi menyebutkan, tersangka mengaku sudah dua kali ini menggunakan sabu-sabu. Sedangkan uang untuk membeli barang memabukkan itu pemberian orang tuanya yang sebenarnya untuk bayar kuliah. “Iya, uang pemberian orang tua untuk bayar kuliah, ujar tersangka QM, atas pertanyaan Kapolres Ary Fadli.

Sedangkan tersangka kedua berinisial RT 28, tahun asal Desa Pacul Kecamatan Bojonegoro. Tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang ketoprak, ditangkap di rumahnya pada Selasa 23-10-2018 pagi.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 2 plastik klip kecil. Tiap plastik beratnya masing masing 0,41 gram, berikut alat hisapnya. Alat hisap tersebut dibeli tersangka dari seorang penjual, di sebuah tempat di Surabaya. “Menggunakan sabu-sabu sudah 3 tahun,” ujar tersangka kepada Kapolres Ary Fadli yang langsung memeriksanya.

Terkait penjual narkoba dari Surabaya, Kapolres Ary Fadli mengaku sudah mengantongi identitasnya. Timnya tinggal melakukan penangkapan atas para pengedar narkoba tersebut. “Kami masih kesulitan, tapi identitas sudah kita kantongi,” imbuhnya.

Atas kasus ini kedua tersangka dijerat pasal berlapis. Selain sebagai pengguna juga sebagai pengedar barang haram tersebut. Yakni asal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar serta ancaman penjara 4 tahun dan denda Rp 800 Juta.

Seperti diketahui atas sejumlah kasus narkoba, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengaku sedih dan prihatin. Makanya untuk antisipasi kasus-kasus narkoba, pihak menginstruksikan test urine untuk para Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Bojonegoro. Tes urine ini, atas kerjasama antara Pemkab Bojonegoro, Rumah Sakit Bhayangkara Wahyu Tetuko yang digelar Selasa 16-10-2018 lalu.

Mereka yang dites urine, dimulai dari pejabat eselon dua setingkat inspektorat, asisten, kepala dinas, badan. Kemudian eselon tiga, setingkat camat, kepala bagian dan di bawahnya.’Saya prihatin atas kasus narkoba,” ujar Bupati Anna, disela-sela tes urine di Kantor Pemkab Bojonegoro, pada Selasa pekan lalu.

Reporter : Rozikin
Editor : Sujatmiko