Wednesday 14th November 2018

Ketatnya Seleksi Tes CPNS di Lamongan

Ketatnya Seleksi Tes CPNS di Lamongan
(Salah satu peserta tes CPNS harus diperiksa dengan metal detektor di Kampus Unisda Lamongan, Jumat 2-10-2018 Foto: Humas Pemkab Lamongan)

Lamongan- Peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengikuti Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) di Kampus Unisda Lamongan, Jumat 26-10-2018. Pelaksanaan tes, kali ini dilakukan peserta harus melewati sejumlah syarat yang beda dari biasanya.

Tes SKD dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Peserta tidak hanya membawa bukti registrasi, namun juga harus membawa KTP. Peserta juga harus melewati metal detektor, juga tas, gawai, jam tangan dan aksesoris lainnya harus dikumpulkan.

Bupati Lamongan Fadeli mengatakan, mewanti-wanti peserta untuk berhati-hati dan tidak mempercayai jika ada oknum yang menawari bisa lolos menjadi CPNS. Karena mereka telah melalui satu tahapan, yakni seleksi adminstrasi. Lalu ikut tahapan seleksi kemampuan dasar.

“Hati-hati, jangan percaya ke oknum yang memberi iming-iming bisa meloloskan jadi PNS,” pesannya dalam release yang diterima Damarkita.com, Jumat siang. Bupati menambahkan, mereka yang tes selain dari Lamongan, peserta tes juga datang dari Bojonegoro, Tuban dan Gresik.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamongan Ismunawan melalui Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan mengungkapkan SKD hari itu dilaksanakan dalam tiga sesi. Dia menjelaskan bahwa dari 7.793 orang pendaftar di Lamongan, yang memenuhi syarat dan lolos seleksi administrasi sebanyak 7.213 orang. Sedangkan dari 45 formasi untuk Lamongan, terdapat 11 formasi yang tidak terisi.

Formasi yang tidak terisi itu diantaranya Pranata Komputer Pelaksana (disabilitas), Sanitarian Ahli Pertama (lulusan terbaik) dan Dokter Gigi (lulusan terbaik). Sedangkan pendaftar terbanyak untuk formasi guru, yakni Guru Bahasa Inggris, Guru Matematika, dan Guru Bahasa Indonesia. Kemudian pada formasi teknis yang terbanyak ada pada Analis Kepegawaian, Auditor Pertama dan Asesor SDM Aparatur.

Sumber : Pemkab Lamongan
Editorial : Sujatmiko