Wednesday 14th November 2018

Puluhan Reptil Jadi Peliharaan Pemuda Ini

Puluhan Reptil Jadi Peliharaan Pemuda Ini
Puluhan Reptil Jadi Peliharaan Pemuda Ini Lamongan 23-10-2018

Lamongan- Bagi Angga Tri Setyawan,29 tahun, binatang reptil seperti ular, biawak, buaya dan sejenisnya, bukanlah mahluk menakutkan. Di rumahnya di Desa Bulutengger, Kecamatan Sekaran, Lamongan, cukup mudah mendapatkan itu.

Maklum, sejak di Sekolah Dasar, pemuda kelahiran 7 April 1989 ini sudah terbiasa hidup dengan reptil. Lihat saja di rumahnya, terdapat ruangan khusus untuk hewan peliharaannya. Puluhan jenis ular dan biawak ditempatkan di kotak-kotak khusus yang disusun rapi. “Ini koleksi hasil dari penangkaran sendiri, ” ujar Angga pada Damarkita.com Sabtu 20-10- 2018.

Angga mengaku hobi memelihara ular dan biawak sejak tahun 2014. Dirinya tidak mau memelihara ular, biawak dan hewan reptil lainnya dari hasil tangkapan. Walau sering mendapat ular dan biawak liar di sekitar rumah dan di kampungnya.” Namun saya lepas lagi di alam, ” ujarnya.
.
Saat ini Angga memelihara 23 ekor ular piton dari berbagai jenis. Di antaranya jenis dwarf, repic, boa, tiger platinum dan lainnya. Panjang ular peliharaannya sekitar 1,5 meter hingga 4 meter. Selain ular ada juga puluhan biawak beraneka ukuran.

Terkait cara penangkaran, menurutnya tidak terlalu sulit. Untuk menetaskan telur biawak waktunya 6 bulan. Telur dimasukkan dalam diinkubasi kotak khusus dengan suhu 29-31 derajat celcius. Selanjutnya, setelah menetas dibiarkan dan setelah usia 3 hari diberi makan. Sedangkan untuk menetaskann telur ular masa inkubasinya waktunya bisa 3 bulan. ‘Ada jadwal waktunya, ” Wakil Ketua Komunitas Reptil Lamongan (Kartel ) tersebut.

Terkait perawatan, tentu saja butuh biaya. Misalnya untuk makanannya, Angga rutin memberi daging ayam. Juga memberikan vitamin ke biawak dan ular. Tujuannya untuk ketahanan tubuh dan reptil peliharaannya tidak gampang sakit. Selain itu baik ular maupun biawak juga dijemur tiga hari sekali.

Yang tak kalah penting, kebersihan juga harus tetap terjaga. Misalnya, kandang biawak dan ular itu harus dibersihkan, minimal satu pekan sekali. Dengan demikian, reptil peliharannya bisa terlihat sehat dan kadang bersih.

Istri dari Tri Wahyuni Mayasari ini mengaku rajin bersosialisasi lewat pelbagai saluran. Mulai dari media sosial, juga media konfensional, serta terjun langsung ke masyarakat. Terutama terkait pemahaman tentang masyarakat agar ada keseimbangan antara manusia alam dan isinya.”Binatang juga perlu dilindungi,” imbuhnya.
Reporter : Akbar
Editor      : Sujatmiko