Wednesday 14th November 2018

Tes Urine Pejabat
Bupati Anna: Saya Prihatin Kasus Narkoba

Tes Urine Pejabat <br> Bupati Anna: Saya Prihatin Kasus Narkoba
(ASN di Lingkungan Pemkab Bojonegoro Melakukan Test Urine untuk Uji Narkoba, Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Selasa, 16-10-2018)

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar tes urine bagi pejabat eselon dua dan tiga di Kantor Pemkab Lantai II, Selasa 17 Oktober 2018. Sejumlah oknum pejabat di Bojonegoro yang terseret kasus narkotik dan obat-obatan (narkoba), jadi pemantik digelarnya tes urine ini di lingkungan para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengaku prihatin atas kasus narkoba yang melibatkan Sekretaris Dinas Pendidikan Bojonegoro (Joko Pekik Red.). Alasannya, jabatannya berada di posisi penting, yaitu membawahi administrasi di dunia pendidikan. ”Saya sangat prihatin atas kasus (narkoba) ini,” ujarnya di Kantor Pemkab Bojonegoro, Selasa 16 Oktober 2018.

Atas kasus itu, Pemkab Bojonegoro memfasilitasi digelarnya tes urine untuk eselon dua dan tiga. Yaitu mulai dari Sekretaris Daerah, Asisten Bupati, Staf Ahli, Inspektorat, Kepala Badan, Kepala Dinas, Sekretaris DPRD serta para camat. Total mereka yang dites urinenya sebanyak 98 orang dan terdapat 5 pejabat yang tidak ikut test karena alasan dinas. Selanjutnya, tes urine akan dilanjutkan ke dunia pendidikan, Mulai dari Kepala Sekolah di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekretaris Camat, dan Kepala Desa.

Bupati Anna juga menyakan siap diajak diskusi secara tertutup. Terutama bagi ASN yang terlanjur sebagai pengguna narkoba. Sedangkan ASN yang terjerat kasus narkoba dan terbukti secara hukum akan didemosi (penurunan pangkat) satu tingkat. “Akan didemosi,” imbuhnya.

Untuk tes urine ini, melibatkan Kepolisian Resort Bojonegoro yaitu di Satuan Reserse Narkoba dan Urusan Kesehatan Rumah Sakit Bhayangkara Wahyu Tetuko. Sedangkan sesuai jadwal, tes urine sudah direncanakan dua pekan sebelumnya. Tujuannya membangun dan membina aparatus yang patuh pada peraturan.

Prose tes urine kali ini adalah Kepala Unit Profesi dan Pengamanan Polres Bojonegoro (Kasi Propam) memanggil nama pejabat satu per satu, selanjutnya oleh Staff Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro diminta membayar biaya test, berikutnya menuju absensi petugas urkes, bawa botol, masuk toilet dan menyerahkan botol urine. Penyerahan urine ini juga langsung diawasi anggota Satuan Reserse Narkoba dan Tim Urusan Kesehatan Polres Bojonegoro. Hasil tes urine juga bisa langsung diketahui setelah dicek alat khusus.

Menurut Kepala Reserse Narkoba Polres Bojonegoro Ajun Komisaris Polisi Bambang Ady Tenggani, ada dua pejabat ASN yang terjerat kasus narkoba dari Januari hingga Oktober 2018. Mereka, yaitu Camat Gayam (Ahmad Yusuf Red.) dan Sekretaris Dinas Pendidikan Bojonegoro (Joko Pekik Red.).

Bambang mengatakan, terkait dengan hasil tes urine untuk pejabat eselono dua dan tiga, yang digelar Selasa 16 Oktober 2018, hasilnya semua ASN dinyatakan negatif. Tes ini menindaklanjuti surat permohonan dari Bupati Bojonegoro, terkait bantuan tes urine bagi pegawai di Pemkab Bojonegoro.

Reporter : Rozikin
Editor : Sujatmiko