Thursday 18th October 2018

Kapolres :Salah Tafsir “Konsep Jihad” Faktor Munculnya Radikalisme

Kapolres :Salah Tafsir “Konsep Jihad” Faktor Munculnya Radikalisme
(Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli Memberikan Materi Wawasan Kebangsaan di Ospek STEBIA, Dander Bojonegoro, Rabu, 10-10-2018)

Bojonegoro-“Salah satu faktor munculnya Radikalisme adalah Salah tafsir “konsep Jihad” Kata Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bojonegoro, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ary Fadli, ketika memberikan materi wawasan kebangsaan untuk Mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ekonomi Dan Bisnis Islam Al-Rosyid (STEBIA) Tahun Akademik 2018/2019 di Pondok Pesantren Al-Rosyid Kendal Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Rabu 10-10-2018.

Lebih lanjuta Kapolres menjelaskan bahwa sejatinya akar radikalisme adalah intoleransi, tindakan intoleransi ini berawal dari pemahaman bahwa kayakinan tertentu adalah yang paling benar sendiri, sedangkan kelompok lain yang berbeda adalah salah. Kapolres juga menyampaikan Kebhinnekaan dan persatuan adalah jati diri bangsa yang bersumber dari Pancasila ”Pancasila sebagai dasar negara ,tidak dapat digantikan dengan paham lain “tutur Kapolres.

Masih menurut Kapolres, Radikalisme sendiri memiliki makna paham yang menginginkan perubahan sosial politik dengan cara kekerasan atau drastis, radikalisme juga tidak selalu bisa dikaitkan dengan agama atau simbol agama tertentu, namun radikalisme keagamaan biasa menggunakan simbol keagamaan atau ajaran agama sebagai justifikasi.

Untuk menciptakan Indonesia terbebas dari cengkraman radikalisme, ektrimisme dan terorisme, perlu adanya kerjasama dan campur tangan semua pihak yaitu eksekutif, legislatif, yudikatif, media dan masyarakat. Semua pihak harus bersinergi dengan kuat “Ini tugas semua pihak agar radikalisme tidak dapat berkembang ditengah-tengah kita”, Tegas Kapolres

Sumber : Humas Polres Bojonegoro
Editor : Syafik