Thursday 18th October 2018

DPR RI: Sumur Tua Wonocolo Bisa Jadi Percontohan

DPR RI: Sumur Tua Wonocolo Bisa Jadi Percontohan
(Ridwan Hisyam, Anggota Komisi VII DPR RI, Saat Mengunjungi Texas Wonocolo, Sabtu 6-10-2018)

Bojonegoro – Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam mengatakan, minyak Wonocolo, Bojonegoro bisa menjadi sebuah contoh pengelolaan sumur tua yang baik. Dengan catatan masyarakat lokal diberikan peran aktif mengelola sumur tua dan lingkungannya.”Wonocolo bisa jadi percontohan,” katanya saat berkunjung di Wisata Geoheritage Teksas Wonocolo. Sabtu Oktober 2018.
Ridwan menambahkan, perlu kerjasama dari pelbagai pihak menjaga kawasan wisata dari sebuah Petroleum Geopark dan Heritage penambangan Migas tradisional. Nantinya, akan ada perbandingan pengelolaan sumur tua yang ada di tanah air. Karena, pihak DPR RI, juga akan berkunjung ke beberapa tempat. Seperti di Sumatera yaitu di Aceh dan Kalimantan.

Hadir di acara kunjungan rombongan, yaitu Komisi VII DPR-RI, Ditjen Migas, PT Pertamina EP Asset 4 dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas ini juga menyaksikan penambang tradisional di Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Kunjungan dilanjutkan ke Blok Cepu, lapangan Banyu Urip yang dioperatori Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), Sabtu 6 Oktober 2018.

Menurut Ridwan Hisjam, sumur minyak di areal Geoheritage Wonocolo, berpotensi menambah jumlah lifting minyak secara nasional. Dengan catatan, pemilik wilayah operasi, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu dan SKK Migas, pengelolaannya melibatkan masyarakat. “Masyarakat ikut dilibatkan mengelola sumur tua,” ujarnya di Wisata Geoheritage Teksas Wonocolo. Sabtu Oktober 2018. Dia mencontohkan, data produksi Migas secara nasional saat ini. Yaitu target lifting nasional 2018 sebanyak 775 ribu barel perhari dari sebelumnya 750 ribu barel perhari.”Kita berharap itu,” paparnya.

Sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 tahun 2008. Yaitu tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi Pada Sumur Tua, Juga bisa dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) maupun BUMD. Makanya diusulkan ada pembagian fifty-fifty, jumlah sumur yang dikelola oleh BUMD dan KUD. Karena pembagian pengelolaan sumur tua antara BUMD dan KUD ini, salah satunya menghilangkan ilegal driling.

Terkait hasil produksi minyak di sumur tua, saat ini mengalami peningkatan. Data di Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Pangan, saat ini jumlah lifting minyak yang diproduksi dari 100 barel perhari menjadi 400 barel perhari. Bahkan produksi bisa mencapai 900 barel, dengan catatan dikelola dan dikonsolidasikan seputar sumur tua.

Perwakilan KUD Sumber Pangan, Aan Rohayanto mengatakan, dalam pengelolaan sumur tua, selaku operator, Pertamina EP Asset 4 sudah banyak membantu. KUD Sumber Pangan itu kini mengelola lima sumur tradisional. Misalnya terkait soal legalitas maupun penanganan aspek sosial. Di antaranya perlunya bersinergi antara BUMD dan masyarakat untuk kekompakan. “Tentu masyarakat Wonocolo”, ujarnya.

General Manager PT Pertamina Asset 4, Agus Amperianto mengatakan Geoheritage Teksas Wonocolo bagian dari komitmen perusahaan untuk peduli lingkungan dan masyarakat. Untuk itu, kerjasama dan komunikasi terus dilakukan ke depannya. “Peningkatan produksi harus sejalan dengan kesadaran dalam pengelolaan lingkungan,” ungkapnya.Contohnya, lanjut Agus Amperianto, pengelolaan air asin harus zero discharge. “Kumpulkan, kita treatment, injeksikan kembali ke reservoir, dan jangan langsung dibuang ke sungai, agar lingkungan kita tetap terjaga.

Sumber : Humas EMCL
Editor : Sujatmiko