Thursday 18th October 2018

Maaf Anak-anaku, Bapak Dan Ibu Guru Tidak Mengajar Hari ini

Maaf Anak-anaku, Bapak Dan Ibu Guru Tidak Mengajar Hari ini
(Honorer K2 Diterima Di Ruang Rapat Paripurna, Oleh Anggota DPRD Bojonegoro, 27-9-2018)

Bojonegoro-“Kami Kasihan sama anak-anak, tapi ini kami lakukan agar Pemerintah Pusat Mengasihani kami” itulah kata-kata yang disampaikan oleh Arif Ida Rifai, Koordinator Forum Guru Tidak Tetap (GTT) Kategori 2 (K2), yang mulai hari ini para GTT dan PTT K2, mogok kerja. Mogok ini menurut Arif Ida Rifai ada dua model, ada yang memang tidak datang ke sekolah atau ada yang datang ke sekolah tetapi tidak melakukan kegiatan mengajar.

Lebih lanjut Arif –panggilan akrabnya- mengatakan kegiatan mogok tidak mengajar ini dilakukan dibeberapa kabupaten, seperti Blora, Blitar dan Kabupaten yang lain, dan untuk mogok kerja secara nasional menunggu Instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum GTT dan PTT dan dari Pengurus Pusat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) “Rencana 3 sampai 6 hari” Kata Arif.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Hanafi, mengatakan pihaknya sudah memberikan surat himbauan melalui Unit Pelaksana Teknis dan Kepala Sekolah yang isinya ada 4 poin, point pertama Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro memahami kondisi psikologis GTT dan PTT, Point ke dua, menyampaikan aspirasi adalah hak setiap setiap orang, untuk point ke 3 Tidak boleh merugikan anak didik, dan yang terakhir Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara bertahap telah meningkatkan kesejahteraan GTT dan PTT “kami menghimbau tetap masuk kerja dan bekerja seperti biasanya” Kata Hanafi

Surat yang disampaikan bersifat himbauan, dan terkait dengan sanksi jika tetap tidak mengajar, Hanafi tidak memberikan jawaban.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Abudllah umar sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh para GTT dan PTT tersebut karena ada cara lain yang tidak harus mengorbankan siswa “kami sangat menyayangkan” Kata Poltiisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Reporter : Tim
Editor : Syafik