Tuesday 11th December 2018

Pendapatan Bojonegoro 2018, Sebesar 3,3 Triliun Lebih

Pendapatan Bojonegoro 2018, Sebesar 3,3 Triliun Lebih
(Rapat Paripurna DPRD Bojonegoro, Penetapan P APBD 2018, 28-9-2018)

Bojonegoro – Pendapatan Kabupaten Bojonegoro pada Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P- APBD) 2018, mengalami penurunan senilai 35 Milyar dari APBD 2018 sebelum perubahan. Besarnya Pendapatan ini ditetapkan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten setempat dengan di hadiri Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto pada Jum’at 28-09-2018.

Sesuai Laporan Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Ali Mustofa, Sisi Pendapatan Daerah P APBD tahun 2018 sebesar 3 trilyun 350 Milyar 746 Juta 300 ribu 371 rupiah 78 sen atau turun 1,04 persen di banding APBD tahun 2018 sebelum perubahan yaitu sebesar 3 trilyun 385 milyar 914 juta 477 ribu 856 rupiah 48 sen “terjadi penurunan pendapatan 35 Milyar 168 juta 177 ribu 484 rupiah 70 sen” pungkasnya di atas podium rapat paripurna.

Dari sisi belanja daerah dalam P APBD ditetapkan sebesar 3 trilyun 623 Milyar 95 juta 113 ribu 603 rupiah 58 sen atau naik 7.79 persen di bandingkan belanja sebelum perubahan yang mencapai 3 trilyun 361 milyar 286 juta 721 ribu 56 rupiah 48 sen, karena belanja daerah yang lebih besar dari pendapatan daerah maka terjadi defisit sebesar 272 milyar. Untuk itu di lakukan penggeseran anggaran dengan tidak merubah jumlah pagu, di antaranya di Dinas PKP Cipta Karya senilai 200 juta yang sebelumnya untuk Perbaikan Ruang Kerja Bupati, anggaranya digeser untuk pembangunan saluran drainase jalan PUK Sugihwaras, Kedungadem tepatnya di dukuh Peren, Desa Trate kecamatan Sugihwaras.

Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempersiapkan berbagai hal sambil menunggu hasil evaluasi Gubernur “jangan sampai terulang ada rekanan yang tidak terbayar di anggaran 2018” ucapnya usai rapat berlangsung.

Reporter : Rozikin
Editor : Syafik