Tuesday 11th December 2018

Para Pesohor yang Konsisten di Habitatnya

Para Pesohor yang Konsisten di Habitatnya
(Ilustrasi Pemilu 2019)

Bojonegoro-Dari Daftar Calon Tetap (DCT) calon anggota legislatif baik di tingkat Kabupaten Bojonegoro, provinsi dan pusat, terdapat nama-nama tokoh. Mereka sebelumnya pernah menjabat dan yang mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.
Di antaranya Suyoto, Bupati Bojonegoro dua Periode 2008 – 2018. Ada juga Basuki dan Pudji Dewanto Calon Bupati dan Wakil Bupati pada pilkada 2018. Kemudian Mitroatin mantan Ketua DPRD dan Calon Wakil Bupati dari Soehadi Moelyono pada Pilkada 2018.

Suyoto atau akrab dipanggil Kang Yoto, memilih Partai Nasional Demokratik (Nasdum) untuk maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bojonegoro –Tuban. Sebelumnya Kang Yoto adalah Kader Partai Amanat Nasional (PAN).Basuki memilih Partai Gerindra, partai pengusungnya pada pilkada 2018, untuk ikut kontestasi pemilu 2019, Untuk Caleg DPR RI Dapil Bojonegoro –Tuban. Sementara pasangan Basuki di Pilkada 2018, Pudji Dewanto memilih menjadi Caleg DPRD Provinsi juga dari Dapil Bojonegoro- Tuban bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sedangkan Mitroatin memilih tetap di Bojonegoro dengan menjadi Caleg DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Dapil 4.

Pudji Dewanto, mengatakan niatan dari awal ketika mengikuti Pilkada di Bojonegoro adalah agar dapat berbuat sesuatu yang positif untuk Bojonegoro. Hal yang sama juga melandasi untuk maju dalam Pemilu 2019. Mewujudkan niat itu, menurut Kang Puji-begitu biasa dipangil)- jika menjadi Eksekutif (Bupati atau Wakil Bupati ) atau Legislatif (anggota DPRD). Lebih lanjut Kang Puji mengatakan tidak trauma dengan hasil Pilkada 2018 lalu, karena dia yakin perjuanganan tidak mengingkari hasil “Aku Cinta Bojonegoro Mas,” Kata Kang Puji.

“I love Bojonegoro people soo much” itulah Kata Kang yoto, ketika ditanya alasan mengikuti Pemilihan Legislatfi 2019. Kang yoto menjelaskan Cinta itulah yang memberi gairah dan spirit kepadanya untuk berbuat yang paling mungkin dan terbaik.Berbekal pengalaman menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur dan 10 tahun menjadi Bupati Bojonegoro memberi banyak pencerahan tentang bagaimana seharusnya bangsa dan pemerintahan ini di kelola. Dirinya bersemangat menjadi bagian restorasi tata kelola pemerintahan Indonesia “Demokrasi tidak boleh berhenti pada tata cara dan ritual” Imbuh Kang Yoto

Kang Yoto menambahkan Pemerintahan harus lincah mengelola seluruh sumberdaya dan peluang untuk kesejahteraan rakyat. “Saya yakin bisa berkontribusi positif bagi masa depan yang lebih baik buat Bojonegoro, Tuban dan Indonesia,” pungkas pria mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik ini.

Semantara itu Mitroatin juga mengatakan “Bunda Sangat Cinta Bojonegoro” (Bunda sebutan untuk Mitroatin ketika menyebut dirinya). Cinta itulah yang menjadi alasan perempuan yang juga Ketua Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Bojonegoro ini. Yaitu maju dalam kontestasi pemilu legislatif 2019 mendatang.

Bunda Mitroatin- begitu biasa dipanggil- menjelaskan dirinya adalah orang Bojonegoro asli. Tntu saja perjuangannya tidak harus menjadi Bupati dan Wakil Bupati “Semoga selalu dapat memberikan manfaat untuk orang lain,” harap Bunda Mitroatin.

Menurut Direktur Lembaga Konsultan Politik Proximity Surabaya, Whima Edy Nugroho, Peluang untuk jadi dari mantan Bupati dan para calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pemilihan Legislatif mendatang cukup besar alasanya moodal elektoral (Keterpilihan) tokoh-tokoh tersebut cukup besar pastinya, Kang Yoto Misalnya pastinya sudah memiliki jaringan yang cukup kuat karena sudah 10 tahun menjadi Bupati Bojonegoro, belum lagi efek popularitasnya pasti ada di Tuban juga.Sementara calon bupati dan wakil bupati yang tidak jadi bisa memanfaatkan jaringan yang sudah terbangun saat Pilkada lalu jadi efek elektoral dari Pilkada pasti masih ada “Peluangnya cukup besar untuk memperoleh kursi DPR RI atau DPRD” Pungkas Whima-panggilan akrabnya-

Reporter : Syafik
Editor : Sujatmiko