Tuesday 11th December 2018

Menteri Rini Janjikan Sendangharjo Jadi Kawasan Melon

Menteri Rini Janjikan Sendangharjo Jadi Kawasan Melon
(Menteri Negara BUMN, Rini Soemarno ke Desa Sendangharjo Kecamatan Brondong, Kamis 27 -9-2018)

Lamongan-Kedatangan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno ke Desa Sendangharjo Kecamatan Brondong meninggalkan oleh-oleh. Dia akan menjadikan Sendangharjo sebagai kawasan budi daya Melon.

Untuk itu akan dimulai dengan pembuatan green house bagi pembudidaya melon di Sendangharjo. Green house ini nantinya akan mnejadi prototype bagi pengembangan kawasan budi daya melon.Karena selama ini, jika tanaman melon terserang hama, seluruh tanaman tidak akan bisa menghasilkan. Harapan agar bisa mengurangi serangan hama akan dilakukan melalui green house ini.

Rini Soemarno ke Desa Sendangharjo, seperti pengakuannya, karena ingin melihat sendiri hasil tanaman melon di Sendangharjo.
Terutama dari salah satu petani melon Sendangharjo, Qomaruzzaman (Qomar). Meski Tuna Daksa karena memiliki keterbatasan di tangannya, Qomar sukses membudidayakan melon. “Saya senang melihat keberhasilan petani di Sendangharjo. Ini seperti harapan Bapak Presiden (Joko Widodo), agar petani bisa menjadi lebih baik, “ ujarnya.

BUMN, kata dia, diberi tugas (Presiden Joko Widodo) untuk meningkatkan pendapatan petani. Salah satunya dengan mendirikan green house bagi petani melon di desa Sendangharjo. Selain itu, Badan usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama akan diberdayakan lewat mitra BUMDes Nusantara.

BUMDes ini nantinya akan didorong untuk membuat berbagai unit usaha. Termasuk untuk membeli produk dari petani. “Selama ini produk petani kita sudah bagus. Tapi kesulitan untuk mendapatkan harga yang bagus, “ kata dia. Pemberdayaan BUMDes ini seiring dengan upaya yang sudah dilakukan Bupati Lamongan Fadeli. Menurut Fadeli, saat ini seluruh desa di Lamongan sudah memiliki BUMDes.

Dari sebanyak 462 BUMDes, 45 diantaranya dikategorikan maju karena sudah memiliki lebih dari tiga unit usaha. Kemudian 221 BUMDes masuk kategori berkembang karena memiliki dua unit usaha dan 196 sisanya perintis karena baru didirikan.

Penyertaan modal di BUMDes juga cukup tinggi. Tahun 2015 baru sebesar Rp 504 juta, kemudian naik menjadi Rp 6 miliar pada 2016, Rp 6,5 miliar pada 2017 dan menjadi Rp 12,4 pada 2018. “Kami berharap, upaya meningkatkan kesejahteraan melalui BUMDes ini bisa mendapat sentuhan dari BUMN. Khusus Sendangharjo, besar harapan kami dan para petani, agar bisa dijadikan kawasan budi daya melon, “ kata Fadeli.

Sumber : Humas Pemkab Lamongan
Editor : Syafik