Tuesday 11th December 2018

Surat Redaksi
Selamat Datang Bupati-Wakil Bupati Bojonegoro

Surat Redaksi <br> Selamat Datang Bupati-Wakil Bupati Bojonegoro
(Pelantikan Bupati Bojonegoro 2018- 2023, Anna Muawanah - Budi Irawanto, Di Gedung Grahadi Surabaya 24-9-2018)

Oleh : Sujatmiko

Selamat datang bupati-wakil bupati pilihan rakyat Bojonogoro. Pasangan Hj Anna Muawanah-Budi Irawanto, yang dilantik Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya, hari ini, Senin 24 September 2018.

Anna-Wawan, panggilan keduanya, terpilih dengan pelbagai catatan penting. Perempuan kelahiran Tuban, Jawa Timur 3 Februari 1968 ini, adalah bupati perempuan pertama Bojonegoro. Tercatat, bupati pertama Bojonegoro, yaitu Pangeran Mas Toemapel, yang menjabat di Era Hindia Belanda tahun 1677-1605. Sekarang ini Anna Muawanah, adalah Bupati Bojonegoro ke 41, yang menjabat periode tahun 2018-2023.

Sedangkan Wawan, tercatat pernah mencalonkan sebagai Calon Wakil Bupati Bojonegoro mendampingi Calon Bupati Bojonegoro HM Santoso, tapi kalah oleh pesaningnya di Pilkada 10 Desember 2007 silam. Anak seorang pendidik di Bojonegoro yang lahir pada 9 Oktober 1967 ini, meniti dari jalur pendidikan tapi beralih haluan menjadi politisi.

Keduanya menggantikan bupati-wakil bupati sebelumnya, Suyoto-Setyo Hartono yang menjabat dua kali periode 2008-2013 dan 2013-2018. Sebagai bupati-wakil bupati baru, tentu saja pasangan Anna-Wawan akan memulai sesuatu yang baru.

Beberapa pekan sebelum dilantik Gubernur Jawa Timur Soekarwo, pasangan ini, telah membuat slogan Bojonegoro INTAN (Indah, Tentram dan Aman).  Slogan ini dalam lima tahun ke depan, akan terpasang di pelbagai ruang, untuk sosialisasi ke masyarakat.  Latar belakang slogan ini, terdapat lingkar dunia warna ungu dan hijau. Di belakanganya terdapat gambar sapi, sumur angguk berikut menara minyak. Ada pula gambar padi berikut dua lembar daun. Tentu saja ini sebagai gambaran potensi alam di Bojonegoro.

Sementara bupati sebelumnya, meninggal jargon yang juga tak jauh berbeda. Yaitu Bojonegoro Lumbung Pangan dan Energi untuk Negeri. Gambaran dasarnya, bahwa Bojonegoro punya produksi beras dengan rata-rata 900 ratus ton pertahunnya. Sementara, Bojonegoro dengan produksi minyak sekitar 200 barel perhari. Dari jumlah itu disumbangkan sekitar 25 persen produksi minyak nasional yang produksinya hanya 780 barel perharinya.

Jadi, pada initinya, kedua slogan tersebut, punya makna yang sama. Yaitu hamparan tanah, air berikut potensi yang ada di perut bumi Bojonegoro, yang melimpah ruah. Tentu saja, para anak-anak negeri di Bojonegoro, berharap para pemerintah baru ini, bisa mengelola potensi alamnya lebih optimal. Karena, di luar itu, ada pariwisata, peternakan dan lainnya.

Jauh hari sebelumnya, pidato Ketua DPRD Bojonegoro Tamam Syaifudin menyebut, APBD Bojonegoro tahun 2008 hanya Rp 899 milar. Tetapi, angka itu bisa naik drastis Rp 1 triliun, dimana peningkatan itu berasal dari produksi migas—jika Blok Cepu terlaksana (Tempo Rabu 12 Maret 2008). Itu adalah gambaran optimisme Pemerintah Bojonegoro dan DPRD Bojonegoro, menyambut bupati Suyoto ketika itu.

Dan pada rapat DPRD Bojonegoro mengesahkan R-APBD 2018 sebesar Rp 3,385 triliun lebih. Angka tersebut naik sekitar  persen dari APBD tahun 2017 sebelumnya. (Damarkita.com 30 November 2017). Tentu saja sector bagi hasil minyak dan gas bumi kemungkinan akan menjadi penyokong utama keuangan di kabupaten ini. Bahkan cacatan Bojonegoro Institut, APBD Bojonegoro tahun 2016, masuk di urutan kedua setelah Surabaya, mengalahkan Malang, Sidoarjo, Jember dan Gresik—kota industri dan pariwisata.

Dari segi pemberdaaan sosial dan masyarakat, Bojonegoro juga mendapat beberapa prestasi. Seperti Kabupaten Ramah Hak Asasi Manusia. Selanjutnya, terkait tata kelola pemerintahan, Bojonegoro mendapat predikat sebagai kabupaten terbuka, dan dikenal di sejumlah Negara.

Tentu saja ini adalah tugas awal Bupati-Wakil Bupati Bojonegoro Anna-Wawan yang baru. Menyemai potensi sawah dan ladang untuk diolah menjadi pangan yang melimpah. Juga tata kelola anggaran dari minyak dan gas bumi mesti diatur sedemikian rupa agar bisa dinikmati anak-cucu kita.  Begitu juga mensinergikan para ahli-ahlinya di jajaran Aparatur Sipil Negara.

Sebagai politisi sukses, tentu Bupati Anna, punya jaringan luas. Pernah menjadi anggota DPR RI dua kali, jelas menjadi modal utama, membangun Bojonegoro lima tahun ke depan. Pemerintah pusat tentu melihat figur Anna punya magnet besar, saat memimpin kabupaten ini. Begitu juga dengan Wakil Bupati Wawan, bersinergi mengedepankan kebersamaan. Keduanya potensinya terus berjajar dengan kabupaten tetangga, Tuban dan Lamongan. Selamat untuk keduanya. Kita tunggu, duet Anna-Wawan, membangun kabupaten ini ke depan.