Tuesday 11th December 2018

Diwarnai Aksi Penolakan, Pelantikan Tetap Jalan

Diwarnai Aksi Penolakan, Pelantikan Tetap Jalan
(Dua orang pengunjuk rasa membentangkan spanduk berisikan penolak pelantikan, di depan Balai desa Glagahwangi, Sugihwaras, Bojoengoro, 22-9-2018)

Bojonegoro-Meski di warnai aksi unjuk rasa, Sabtu, 22-9-2018, Kepala Desa Glagahwangi Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro,tetap melantik Perangkat Desa yang mempunyai nilai tertinggi dalam ujian Perangkat Desa yang digelar 13-9-2018 lalu. Pelantikan di laksanakan di Balaidesa setempat dengan pengamanan ketat dari pihak Kepolisian. Empat orang yang dilantik adalah Danni Irawantika untuk posisi Sekretaris Desa, Yoyok Subagyo untuk posisi Kepala Seksi Pemerintahan, Mustakim untuk mengisi jabatan Kepala Urusan Pemerintahan dan terakhir Kepala Dusun Pandean dijabat oleh Yatini.

Meski ratusan warga menggelar unjuk rasa namun pelantikan berjalan dengan lancar hingga selesai, para pengunjuk rasa hanya berorasi didepan Balai Desa dan membawa spanduk yang bertuliskan kecurangan pengisian perangkat desa  dan penolakan terhadap kegiatan pelantikan tersebut. Dalam orasinya para pengunjuk rasa menyampaikan kecurangan-kecuranan terkait pelaksanaan pengisian perangkat desa yang terjadi dan juga pelanggaran atas peraturan-peraturan yang berlaku. Setelah pelantikan selesai para pengunjuk rasa kembali ketempatnya masing-masing dengan tertib.

Salah satu peserta unjuk rasa, Rozikin, mengatakan dirinya dan kawan-kawan menolak pelaksanaan pelantikan yang dilakukan karena cacat hukum, dan pelantikan yang dilakukan oleh Kepala Desa adalah tindakan melawan hukum “kami akan teruskan ke ranah hukum” tegas Rozikin.

Camat Sugihwaras, Soemarsono lebih memilih tidak menghadiri acara pelantikan tersebut, karena sesuai hasil hearing di Komisi A 18-9-2018, pengisian perangkat desa Glagahwangi bermasalah. Pihaknya mengaku sudah mendapatkan surat permohonan rekomandasi sebagai syarat untuk melakukan pelantikan, sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2017 pasal 14. Pihak kecamatan hari Jum’at, 21-9-2018, membalas surat dari Kepala Desa dengan menjelaskan alasan untuk tidak memberikan rekomendasi calon Perangkat desa yang diusulkan “Karena masih menjadi polemik jadi kita belum bisa memberikan rekomendasi” Kata Sony –panggilan akrabnya-

Kronologi permasalahan pengisian perangkat Desa Glagahwangi;

  1. Kamis, 13-9-2018, Tim Pengisian Perangakt Desa Glagahwangi menggelar ujian pengisian perangkat desa di Gedung MA Walisongo Sugihwaras, bersama dengan Tim Pengisian Perangakt Desa Alasgung, (http://damarkita.com/2018/09/13/81-orang-berebut-6-jabatan-perangkat/)
  2. Jum’at 14-9-2018, para peserta Ujian perangkat Desa Glagahwangi yang bukan peraih nilai tertinggi mengadukan ke Komisi A DPRD Bojonegoro tentang dugaan kecurangan dan kejanggalan dalam Ujian Pengisian Perangkat Desa. (http://damarkita.com/2018/09/15/katanya-unigoro-koq-pkbm/)
  3. Selasa 18-9-2018, Komisi A DPRD Bojonegoro menggelar Rapat Dengar Pendapat (Hearing) dengan Dinas Pemeberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Bagian Hukum Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Camat Sugihwaras, Kepala Desa Glagahwangi, BPD Glagahwangi, Tim Pengisian Perangkat Desa Glagahwangi. Dalam rapat tersebut diputuskan merekomendasikan kepada Bupati untuk membatalkan Pengisian Perangkat Desa Glagahwangi karena dinilai melanggar Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2017, Peraturan Menteri Dalam Negeri dan Keputusan Mahkamah Konstusi. (http://damarkita.com/2018/09/18/rapat-rekomendasikan-bupati-batalkan-pengisian-perangkat-desa-glagahwangi/)
  4. Sabtu, 22-9-2018, Kepala Desa melantik perangkat desa dengan nilai tertinggi.

Reporter : Tim
Editor : Syafik