Wednesday 14th November 2018

Harga Pakan Naik, Peternak Ikan Air Tawar Kelimpungan

Harga Pakan Naik, Peternak Ikan Air Tawar Kelimpungan
(pembesaran ikan lele di kolam semen/ sumber foto www.bibitikan.net)

Bojonegoro-Para peternak ikan air tawar di Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan, ini mengalami kebingungan. Menyusul terus naiknya harga pakan pabrikan yang mencapai lebih dari 15 persen selama dua-tiga bulan ini.

Harga pakan ikan pabrikan di pasaran Bojonegoro dan Lamongan terus naik. Misalnya, pakan ikan untuk ukuran kecil dari harganya Rp 160 ribu per 10 kilogram kini naik menjadi Rp 185 ribu per 10 kilogramnya. Kemudian untuk makanan ikan ukuran tanggung dari sebelumnya Rp 270 ribu per 30 kilogramnya, kini naik menjadi Rp 295 ribu per 30 kilogramnya. Bahkan, kabar terakhir pakan ikan akan naik hingga Rp 305 per 30 kilogramnya.

Merespon kenaikan harga pakan itu, para peternak ikan, seperti lele, gurami, nila, tombro dan patin, mencari terobosan. Di antaranya mengganti makanan ikan dengan limbah tahu, limbah ayam potong seperti ususnya, juga daun-daunan. Alasannya, jika hanya mengandalkan pakan ikan pabrikan, para peternak merugi.”Ya, harus cari pengganti makanan tambahan,” ujar Yantok,44 tahun, peternak ikan asal Kelurahan Klangon, Kecamatan Kota Bojonegoro, pada Senin 17 September 2018.
Sementara di Bojonegoro peternak ini merata di beberapa kecamatan. Terutama daerah yang berlokasi di pinggiran Sungai Bengawan Solo. Seperti Kecamatan Kota, Kalitidu, Kapas, Dander, dan Padangan.

Kenaikan pakan ikan juga dikeluhkan peternak ikan—air tawar–asal Lamongan. Di Lamongan, peternak ikan lokasinya lebih banyak. Seperti di Kecamatan Sekaran, Sukodadi, Maduran, Laren, Babat, Pucuk, Kedungpring, Brondong dan sebagian di Kalitengah.
Martono,43 tahun, peternak ikan lele asal Kecamatan Babat, mengaku harus mencari tambahan makanan alternative. Misalnya, untuk ikan lele dengan bibit 1000 ekor, harus menyediakan sedikitnya 2-3 sak pakan ikan (satu sak berisi 30 kilogram)—untuk bisa panen 50 hari. Tapi dengan harga pakan naik, sehingga harus mengurangi satu sak. Caranya dengan mencaripakan tambahan, yaitu dari usus ayam yang tak terpakai.”Kalau tidak kita rugi,” ujarnya, Senin 17 September 2018.

Padahal, lanjutnya harga jual lele sekarang ini antara Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu perkilogramnya. Jika hanya mengandalkan pakan pabrikan, keuntungannya akan berkurang. Karena dikurangi biaya pembelian benih ikan, pakan ikan, tenaga.”Kita mesti berfikir ekonomis agar tak rugi,” imbuhnya.

Reporter : Tim
Editor : Sujatmiko