Monday 24th September 2018

SKPD Bagai Ayam Kehilangan Induk

SKPD Bagai Ayam Kehilangan Induk
(Gedung DPRD-Bojonegoro)

Bojonegoro- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menilai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau dulu disebut Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti ayam kehilangan induknya karena seperti tidak tahu harus berbuat apa, sehingga hingga bulan kesembilan serapan anggaran rata-rata hanya 25 %, padahal program sudah direncakan dengan bagus tapi tidak dapat dilaksanakan “Praktis hampir di seluruh SKPD ada program yang tidak dilaksanakan” Kata Sukur Priyanto saat memimpin rapat antara Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan Badan Anggaran DPRD Bojonegoro membahasa Kebijakan Umum Anggaran dan Priroritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Rencana Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-PAPBD) tahun 2018, Rabu 12-9-2018.

Masih menuru Pria yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bojonegoro, dengan masihnya anggaran hingga mencapai 1 Triliun untuk belanja tidak langsung, jelas merugikan masyarakat karena sudah diputuskan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat Desa hingga Kabupaten sebagai program prioritas.

Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ibnu Suyuti membenarkan jika di Bendahara Kabupaten, masih ada anggaran senilai 1 Trilyun untuk belanja tidak langsung dan 700 juta untuk Belanja langsung.

Salah satu program yang belum dikerjakan adalah pembangunan jembatan Di Desa Klepek senilai 5 Milyar, hal ini diakui oleh Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga, Andik Sudjarwo “kendalanya pada lahan” Kata Pejabat yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro ini.

Anggota Banggar DPRD lainnya Abdullah Umar juga mempertanyakan terkait dengan verivikasi usulan pelaksanaan Program, padahal pihak DPRD mengusulkan sudah sesuai mekanisme yang ada namun Pemerintah Kabupaten kesannya asal asalan, usulan program yang belum di verifikasi malah yang masuk “saya anggap proses program pelaksanaan SKPD ini sama sekali tidak jujur” pungkasnya.

Reporter : Rozikin
Editor : Syafik