Wednesday 14th November 2018

Pertemuan Pertamina dengan Warga Ngampel Deadlock

Pertemuan Pertamina dengan Warga Ngampel Deadlock

Bojonegoro-Pertemuan antara Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati dengan warga Desa Ngampel Kecamatan Kapas, Bojonegoro mengalami jalan buntu alias deadlock. Menyusul pengaduan petani di Desa Ngampel yang tanaman padinya mati setelah dialiri sungai dan diduga buangan limbah dari Pengelolaan sumur minyak di PAD A Sukowati.

Pertemuan digelar secara tertutup yang melibatkan tiga pihak. Yaitu dari perwakilan warga Desa Ngampel, kemudian dari Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati dan dari petugas Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Senin 3 September 2018 lalu.
Menurut Kepala Dusun Ngampel Desa Ngampel, Jumadi, dalam pertemuan sempat muncul ganti rugi berupa uang tunai yakni senilai Rp 1,5 juta. Namun bentuk bantuan berubah dari uang tunai menjadi pupuk dan benih. Akibatnya usulan tidak disepakai sehingga pihaknya enggan menandatangi berita acara pertemuan tersebut. “Kami tidak menandatangi berita acara pertemuan,” ujarnya pada Damarkita.com, Senin 3 September 2018.

Perwakilan tim DLH menyebut jika pihak operator Lapangan Sukowati Field telah melajukan uji laboratorium. Alasannya, karena tidak ada titik temu di pertemuan itu.”Gak ada titik temu,” ujar staf di DLH yang tak mau disebut namanya itu.

Terkait limbah, Pertamina Asset 4 Field Sukowati menyatakan hasil pengujian pada air sekitar PAD A Sukowati masih sesuai baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Kesimpulan ini dinyatakan setelah melakukan pengujian di point water monitoring dimana didapatkan PH-airnya (derajat keasaman air) pada angka 7,6.”Ini hasil pengujian kami,” ujar Health Safety Security Environment (HSSE) Pertamina Aset 4 Field Sukowati, Jason Purba pada Damarkita.com pada Senin 3 September 2018.

Baca : Pertamina Nyatakan Air Limbah di PAD A Masih Sesuai Baku Mutu

Pihak Pertaminna Asset 4 Field Sukowati yang menjadi operator PAD A Sukowati sengaja mengajak jurnalis Damarkita.com, untuk melihat langsung kondisi air. Yaitu ikut menyusuri sungai hingga ke paralon tempat pembuangan. Selain itu juga ditunjukkan sejumlah tanaman di sawah sekitar PAD A Sukowati, tetap hidup. Sedangkan airnya diperoleh dari sungai yang sama.
Seperti ditulis media ini tanaman padi milik petani di Desa Ngampel Kabupaten Bojonegoro mengering setelah disiram air sungai. Diduga air sungai satu aliran dengan pembuangan air limbah milik Pertamina Ep Aset 4 Sukowati Field. Petani menduga akibat air sungai tercampur limbah yang belum kondisi netral saat dibuang.

Baca : Padi Jelang Panen Kering Setelah disiram air buangan limbah

Sutomo 51 tahun, petani yang beralamatkan di RT 1 RW 1 Desa Ngampel Kecamatan Kapas ini mengatakan, sekitar dua pekan ia mengairi tanaman padinya menggunakan air sungai. Namun kondisinya saat ini malah mengering, padahal tanaman padi tersebut sudah akan memasuki masa panen. “Biasanya subur tapi ini kok malah mati,” ujarnya pada damarkita.com Jum’at 31/08/2018.

Reporter : Rozikin
Editor : Sujatmiko