Monday 24th September 2018

Mengapa Transfusi Darah Harus Bayar? Ini jawabanya

Mengapa Transfusi Darah Harus Bayar? Ini jawabanya
(Hernowo, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro)

Bojonegoro – Setiap kali keluarga kita atau saudara kita membutuhkan darah pada saat sakit maka kita akan dikenakan beban biaya untuk mendapatkan transfusi darah tersebut, mungkin kita berfikir bahwa ketika orang mendonorkan darah tidak meminta bayaran.

Hal ini terjadi karena ketika setiap pendonor menyumbankan darahnya, maka pihak Palang Merah Indonesia harus melakukan pemeriksaan kondisi darah pendonor atau disebut Screaning dari sisi kesehatan darahnya, untuk screening dibutuhkan alat yang cukup mahal harganya, dan juga operasional untuk melakukan screening tersebut misalnya Tenaga untuk melakukan screening tersebut, itulah mengapa untuk mendapatkan Darah dibebankan biaya tertentu dan hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 91 tahun 2015 tentang standar pelayanan transfusi darah.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro Hernowo, seharusnya Rumah Sakit memiliki Bank Darah sehingga dapat meningkatkan pelayanan kebutuhan darah untuk pasien, namun dari sepuluh rumah sakit yang ada di Bojonegoro, baru dua Rumah Sakit yang memiliki Bank Darah, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Jatikusumo, Bojonegoro Dan RSUD Padangan. Hal ini karena untuk Bank Darah membutuhkan keahlian khusus dalam pengelolaanya “ketersedian bank darah akan mempercepat pelayanan” pungkasnya.

Reporter : Rozikin
Editor : Syafik