Thursday 18th October 2018

Taman Desa Dekat Bendung Gerak Jadi Tempat Mesum

Taman Desa Dekat Bendung Gerak Jadi Tempat Mesum
(Taman Desa Dekat Bendung Gerak Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan)

Lamongan –Obyek Wisata Taman di Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, disinyalir digunakan tempat mesum para pengunjung. Wisata Taman Kendal yang berbatasan dengan bendung gerak  Babat Barage selama ini menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Lamongan.

Pengunjung bisa menikmati aliran sungai bengawan solo dan kemegahan bendung gerak. Selain itu wisatawan yang banyak datang dari sekitar wilayah lamongan, juga bisa menikmati taman bermain yang dibangun oleh pemerintah desa.

Sayangnya banyak pengunjung yang justru memanfaatkan obyek wisata ini untuk berbuat mesum. Biasanya pasangan lawan jenis itu memanfaatkan kerimbunan pepohonan untuk melepaskan syahwat. “Banyak yang gituan (mesum) di lokasi ini mas. Saya sudah beberapa kali ngonangi  (melihat langsung), “ ujar seorang pemilik warung makan minum (mamin) dilokasi taman wisata.

Menurut perempuan yang enggan identitasnya ditulis itu pasangan yang berbuat mesum berusia separuh baya. Bahkan masih menggunakan seragam dinas Aparatur Sipil Negara (ASN).  Yang lebih ironis banyak dari anak sekolah yang berbuat ‘kebablasan’ memanfaatkan kerimbunan pepohonan. “Pas gituan biasanya siang hari mas, saat kondisi taman dan waduk lagi sepi, “ ujarnya lagi.

Selama ini dirinya dan para penjual mamin tidak berani mengambil tindakan. Dirinya hanya mengharap adanya tindakan dari pemerintah setempat agar obyek wisata didesanya itu tidak dijadikan tempat mesum.

Kepala Desa Kendal Rois Purwo saat dikonfirmasi membantah terkait wisata taman dan Bendung Gerak Babat Barage yang digunakan untuk tempat mesum.
“Tidak ada  pengunjung yang berbuat mesum,” ujarnya tegas.

Menurutnya selama ini Pemerintah Desa Kendal dan pemuda selalu giat beroperasi mencegah perbuatan tidak senonoh para pengunjung.”Kita kerap beroperasi, “ imbuhnya Rois Purwo.

Reporter: Totok Martono
Editor : Sujatmiko