Monday 24th September 2018

Kasus Kredit Fiktif, PD BPR Bojonegoro Pilih Jalan Damai

Kasus Kredit Fiktif, PD BPR Bojonegoro Pilih Jalan Damai
(Kantor PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro di Jalan Mastrip Bojonegoro)

Bojonegoro-Munculnya dugaan kredit fiktif di Perusahan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Bank Daerah Bojonegoro, mendapatkan tanggapan dari Direktur Utama PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro, Sutarmini, Selasa 21-8-2018 usai mengikuti acara sosialisasi Peraturan Pemerintah nomor 54 tahun 2017 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 37 Tahun 2018 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) oleh Kepala Sub Dit BUMD, Direktorat Jendral Bina Keuangan Daerah Kementrian Dalam Negeri.

Sutarmini mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan internal terkait dugaan kredit fiktif tersebut dan jika memang terjadi kredit fiktif, maka ada beberapa hal yang bisa jadi penyebabnya mulai dari kesalahan-kesalahan prosedur, kurangnya pengawasan, hingga niat jahat dari oknum pegawai BPR itu sendiri.Pihaknya mengaku kesulitan mengendalikan permasalahan tersebut. “Bisa kurangnya pengawasan, moral pegawai iya, padahal kita yang mengawasi ada banyak juga, biasanya moral pegawai yang sulit,” Ujarnya.

Salah satu kredit fiktif adalah yang terjadi pada tahun 2016 di Desa Ringin Tunggal Kecamatan Gayam, yakni orang yang sudah meninggal tapi mendapatkan kredit sebesar 50 Juta Rupiah dari PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro Cabang Kalitidu atas nama Sudiono, padahal yang bersangkutan telah meninggal sejak tahun 2011. Kasus ini diketahui pada tahun 2017 ketika anak Sudiono yang bernama Anik di Desa Ringintunggal didatangi petugas bank. Yaitu Kepala Cabang PD BPR Bak Daerah Kalitidu, Ainun Niswatin dan stafnya bernama Anton. Isinya pemberitahuan bahwa Sudiono, orang tua Anik meminjam uang di Bank senilai Rp 50 juta awal tahun 2016. Jaminannya berupa sertifikat tanah atas nama Sudiono. Kemudian ada lampiran tanda tangan, dan Kartu Keluarga, atas nama Sudiono, beserta istri dan anaknya

Baca : Orang meninggal Dapat Kredit dari PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro

Terkait kasus ini Sutarmini mengatakan, pihak bank telah mendatangi pelaku yang merupakan pegawai bank BPR dan sudah diberhentikan sebagai pegawai tetapi karena kurangnya alat bukti untuk dibawa ke ranah hukum maka Pihak PD BPR Bank Daerah lebih memilih jalan kekeluargaan dengan meminta keluarga dari pelaku kredit fiktif ini untuk mengembalikan kerugian Bank sebesar 50 Juta tersebut, dan keluarga pelaku menyanggupi untuk membayar “Kasus seperti ini pelakunya tidak hanya satu” Kata Sutarmini.

Dari data yang didapatkan oleh damarkita.com, kredit fiktif yang terjadi di PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro mencapai 1,6 Milyar dan ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro.

Sementara itu anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro mengatakan bahwa belum ada laporan tentang kredit fiktif tersebut dari pihak PD BPR Bank Daerah Bojonegoro “kita akan dalami soal kredit fiktif ini” Kata Politis dari Partai Amanat Nasional ini.

Reporter : Tim
Editor : Syafik