Tuesday 11th December 2018

Secangkir Kopi di Ulang Tahun Damarkita

Secangkir Kopi di Ulang Tahun Damarkita

Damarkita.com, kini menginjak usia dua tahun. Hari Ulang Tahunnya sebangun dengan lahirnya Republik ini, yaitu tiap 17 Agustus. Media online ini baru berusia dua tahun, sementara Bangsa Indonesia telah diproklamirkan para founding fathers kita sejak 73 tahun silam.

Tidak ada gegap gempita dalam merayakannya. Pun tak ada pula kue tart atau makanan enak, legit dan minuman berkadar gula. Kami, berempat, Mas Setyawan, Mas Syafik, Pakde Nandar, dan tentu saja saya, memperingatinya dengan diskusi kecil. Lokasinya pun gak mewah. Cukup di sebuah kedai kecil di bilangan Jalan Dr Cipto, Kota Bojonegoro. Kopi dan juga kudapan ala kadarnya menemani diskusi kami pada Senin, siang kemarin.

Diskusi yang kami gelar juga tidak muluk-muluk. Materi obrolannya ringan. Seputar perkembangan Damarkita.com, dalam satu tahun terakhir ini. Mulai dari respon warga akan kehadiran media ini, seperti soal tata letak, pewarnaan tampilan, isi berita dan tentu saja editorialnya. Kami mengumpulkan bahan baku diskusi ini sebagai evaluasi awak media. Dalam rangka perbaikan, kami berharap ada masukan dari masyarakat.

Juga yang tentu penting, kami berupaya menyuguhkan media online sebagai alternatif jurnalisme masa depan. Yaitu bagaimana menyuguhkan berita-berita lebih cepat, akurat dan actual. Karena tantangan ke depan, tanpa tiga syarat itu, maka media online pasti akan ditinggalkan pembaca. Kita tidak ingin sekadar hadir, untuk kemudian tak ada ceritanya. Kami hadir, untuk bisa terus-menerus eksis menemani denyut kehidupan masyarakat.

Eksistensi kami juga bisa diukur dengan jargon yang tertulis dilogo media ini, yaitu Jujur dan Jernih. Sebenarnya, soal jargon yang kita punya, sempat memunculkan diskusi panjang. Dua kalimat yang tentu saja punya konsekwensi moral. Bagi kami jargon itu cukup berat. Dan bagi pembaca, jelas ini bagian bagaimana media ini harus bisa hadir sesuai dengan tuntutan. Tentu saja ada keterbukaan, kepercayaan dan juga yang lebih berat adalah meletakkan keadilan dalam kerangka yang sebenarnya.

Jujur saja, selama satu tahun terakhir ini, dapur redaksi kita masih belepotan. Banyak sisi dan ruang yang belum terisi dan jauh dari target. Dengan awak redaksi yang terbatas, media ini terus-menerus beraktivitas dan harus hadir di pembaca. Terus terang, kami berterima kasih pada rekan-rekan di jajaran redaksi. Mas Rozi dan Mas Syafik, dua kawan kami yang dalam setahun ini seiring sejalan. Tetaplah kalian terus bekerja keras, mengurai kebaikan dan memberi semangat bagi mereka yang hidup dalam kesedihan.
Kalimat “Kami Ada dan Terus Memberi Semangat’, akan terus menjadi bagian dari kerja kami. Setidaknya itu menjadi semacam Etos Kerja, dimana orang Yunani menyebut sebagai sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. Dan jauh-jauh hari sebelum media ini direncanakan untuk terbit, soal Etos Kerja, tetap jadi pegangan para jurnalis disini.

Alhamdulillah, meski baru meninggalkan tahun pertama dan menginjak tahun kedua, kami ada catatatan menarik. Misalnya saja, menginjak bulan ke enam tahun 2017 silam, Damarkita.com, sempat masuk di ranking 5 besar versi sebuah mesin pencari informasi jumlah pembaca. Tapi, kami harus kembali mengoreksi diri, bahwa Damarkita.com, adalah sebuah media kecil, yang ada dan terus hadir memberi memberi penerang.

Meski media baru, tapi visi kami sebagai penyeimbang, sebagai media control, dan memberikan pendidikan, harus terus digelorakan. Kami sadar, tingkat pengaruh atau tingkat kepercayaanya ke masyarakat masih rendah. Paling tidak jika hal itu dibandingkan dengan media-media online lain yang sudah lama hadir.

Dengan segala keterbatasan, kami akan terus berupaya meningkat. Bukankah untuk menjadi terbesar, harus melewati yang kecil dahulu. Jawabnya, Damarkita.com, akan terus hadir dan ada.

Sujatmiko
Pimpinan Umum Damarkita.com