Monday 15th October 2018

Aksi Borong Pedagang, Picu Harga Hewan Qurban Naik

Aksi Borong Pedagang, Picu Harga Hewan Qurban Naik
(Penjual Kambing Qurban di Bojonegoro; Sumber Foto : Bojonegorokab.go.id)

Bojonegoro-Aksi borong pedagang ternak dari luar Bojonegoro mendorong harga sapi naik di atas 20 persen. Kondisi ini jamak terjadi beberapa pekan menjelang Idul Adha yang jatuh pada 22 Agustus 2018 depan.

Biasanya hewan ternak, terutama sapi dai kambing, diborong oleh pedagang dari luar Bojonegoro. Hewan ternak itu dikirim ke sejumlah kota-kota besar di Pulau Jawa. Seperti di Surabaya, bahkan juga di Jakarta. Dua-tiga pekan menjelang Idul Adha, permintaan hewan qurban akan semakin tinggi.”Sudah pesanan dijual ke Jakarta,” ujar Udin, seorang pedagang kambing di Kecamatan Padangan pada damarkita.com, Senin  Agustus 2018.

Harga hewan untuk Idul Adha, seperti sapi, kambing dan juga kerbau merangkak naik. Untuk sapi lokal ukuran sepdang misalnya, harga sebelumnya Rp 15,5 juta perekornya. Namun, dua pekan ke depan harganya naik Rp 17,5 juta lebih. Begitu juga dengan harga kambing ukuran sedang yang biasanya hanya Rp 1, juta perekornya kini naik hingga Rp 1,8 juta perekornya. Untuk kambing seperti jenis etawa, harganya bisa di atas Rp 4 juta lebih perekornya. “Ya, memang naik harganya,” imbuhnya.

Untuk Kabupaten Bojonegoro terdapat pasar hewan yang dibuka sesuai pasaran hari. Seperti Pasar Hewan Kota Bojonegoro atau kerap disebut pasar kebo (kerbau), juga Pasar Hewan Kalitidu, Pasar Hewan Padangan. Tidak semua kecamatan di Bojonegoro (ada 28 kecamatan) terdapat pasar. Sedangkan hewan ternak yang dijual, didominasi kambing, sapi dan juga kerbau.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur mengantisipasi menyebarnya penyakit anthrax atau bacillus anthraksis atau radang limpa hewan ternak. Antisipasi ini dilakukan menjelang Idul Adha dalam beberapa pekan ke depan.

Pihak Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro memperketat jalur perbatasan dari dan yang masuk di kabupaten perbatasan Jawa Timur – Jawa Tengah ini. “Jalur perbatasan memang kita perketat,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Ardiyono Purwiyanto, Selasa 31 Juli 2018 kemarin.

Data di Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro menyebutkan, populasi ternak sapi di kabupaten ini tahun 2017 sebanyak 201.75 ekor. Dari jumlah tersebut ada sebanyak 81.000 ekor sapi betina usia produktif.

Reporter : Tim
Editor : Sujatmiko