Tuesday 21st August 2018

Limbah Minyak di Bengawan Solo; Ini Kata PDAM dan DLH

Limbah Minyak di Bengawan Solo; Ini Kata PDAM dan DLH
(Warga Yang Sedang Asyik Memancing di Sungai Bengawan Solo)

Bojonegoro-Pencemaran air di Sungai Bengawan Solo, mendapat komenter berbeda dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. Kedua lembaga pelat merah itu punya komenter berbeda atas pencemaran yang muncul dalam dua pekan terakhir ini.

Sebagaimana diketahui pihak DLH Kabupaten Bojonegoro menyatakan air di Sungai Bengawan Solo tercemar limbah minyak. Hasil uji laboratorium Unit Jasa Tirta Mojokerto menyebutkan, air sungai yang tercemar dari hulu sungai tidak layak dikonsumsi.”Tak layak konsiumsi,” ujar Kepala DLH Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah Kamis 2 Agustus 2018.

Hasilnya, lanjut Nurul Azizah, kondisi air sungai dalam pekan-pekan ini mengalami perubahan warna. Seperti air keruh, dari hijau ke hitam-hitaman dan juga kerap muncul busa. Sehingga, air Bengawan Solo tidak layak konsumsi tetapi hanya cukup untuk pertanian. Kalaupun untuk dikonsumsi harus ada proses. “Makanya, rekomendasi kita airnya tak layak konsumsi,” imbuhnya.

Nurul Azizah mengatakan, tim dari DLH Bojonegoro melakukan penelusuran di beberapa titik di Sungai Bengawan Solo. Yaitu dari Kecamatan Margomulyo, juga di Ngraho, Padangan, Malo, Kalitidu, dan juga di Taman Bengawan Solo yang berlokasi di utara Pasar Besar Kota Bojonegoro. Hasil uji lab ini, juga telah dikirim ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Kemudian DLH Jawa Timur akan berkirim surat ke Dinas Lingkungan Hidup Jawa Tengah. Tujuannya menelusuri penyebab pencemaran yang terjadi di sungai.”Surat sudah kita kirim,” tandasnya.

Yang menarik, soal mutu air Sungai Bengawan Solo, ada pendapat berbeda dari PDAM Bojonegoro. Perusahaan milik daerah ini justru menyatakan, air minum yang diproduksi berasal dari Sungai Bengawan Solo, masih layak dikonsumsi masyarakat. “Masih layak konsumsi,” ujar Kepala Bidang Layanan Langganan PDAM Bojonegoro Joko Siswanto pada damarkita.com, Jumat 3 Agustus 2018. Namun, lanjutnya, untuk mengkonsumsi air PDAM, harus melalui proses dahulu. Misalnya jika untuk air minum atau memasak, tentu harus direbus.”Ini penting agar memahaminya tidak keliru,” tandasnya.

Joko Siswanto PDAM yang bahan bakunya diambil dari Bengawan Solo, yaitu Kecamatan Padangan, Trucuk, Kanor dan Purwosari. Airnya diproses lewati Instalasi Pengolah Air (IPA), di antaranya menggunakan kaporit dan tawas (penjernih air).  Justru, air dari Sungai Bengawan Solo, kadar kapurnya relative rendah dibanding air PDAM yang bahan bakunya dari sumber Ngunut, Dander. Selain itu, pihaknya bahan baku airnya juga telah diuji di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTLK) Surabaya.”Mengujinya tiap tiga bulan sekali,” paparnya.

Reporter : Tim
Editor : Sujatmiko