Tuesday 21st August 2018

Pemancing Bengawan Solo Keluhkan Air Sungai Keruh

Pemancing Bengawan Solo Keluhkan Air Sungai Keruh
(Masyarakat Mancing dibengawan solo, Sumber foto : Youtube.com)

Bojonegoro-Para pemancing di Sungai Bengawan Solo mengeluhkan perubahan warna air dari jernih kehijau-hijauan menjadi cokelat dan berlemak. Mereka berharap perubahan warna air dan berlemak ini tidak mengganggu ikan endemic yang berada di sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.

Prasetyo,39 tahun, pemancing asal Kelurahan Klangon Kota Bojonegoro mengakui, kondisi air berubah keruh dan kadang ada minyaknya. Kondisi itu sudah terjadi dalam dua pekan terakhir ini. Padahal, air sungai yang kerap dikonsumsi warga ini, warnanya hijau jernih.”Sekarang berubah,” ujarnya pada damarkita.com, Kamis 2 Agustus 2018.

Selama ini, lanjutnya, kerap memancing di sungai paling tidak dua-tiga kali dalam satu pekan. Lokasinya berpindah-pindah, seperti di Taman Bengawan Solo, juga di tambangan dekat Kantor Perusahaan Daerah Air Minum Bojonegoro, atau juga di Bendunggerak, Kalitudu-Trucuk. Ikan yang didapat, di antaranya bader, nila, gabus, areng-areng, jendil (patin lokal) rengkik dan kadang juga ikan sili. “Ada perubahan warna air, agak sulit mendapatkan ikan,” keluhnya.

Hal serupa juga dialami Hery,42 tahun pemancing asal Ledok Kulon Kota Bojonegoro. Dia mengkau cemas dengan perubahan warna air Sungai Bengawan Solo. Apalagi, selain berubah ada campuran mirip minyak.Kita terus terang cemas,” tegasnya. Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk ikut membantu kepedulian lingkungan sungai. “Kalau ada minyak takut ikannya pada mati,” paparnya.

Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro menyatakan air di Sungai Bengawan Solo yang mengalir di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur tercemar limbah minyak. Hasil uji laboratorium Unit Jasa Tirta Mojokerto menyebutkan, air sungai yang tercemar dari hulu sungai tidak layak dikonsumsi.

Pihak DLH Bojonegoro mengajukan permintaan uji laboratorium Unit Jasa Tirta Mojokerto. Hasilnya, kondisi air sungai dalam pekan-pekan ini mengalami perubahan warna. Seperti air keruh, dari hijau ke hitam-hitaman dan juga kerap muncul busa.”Air Bengawan Solo tercemar. Itu hasil uji labnya,” ujar Kepala DLH Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah Kamis 2 Agustus 2018.

Menurut Nurul Azizah, air Bengawan Solo tidak layak konsumsi tetapi hanya cukup untuk pertanian. Kalaupun untuk dikonsumsi, makanya perlu harus ada proses. “Makanya, rekomendasi kita airnya tak layak konsumsi,” imbuhnya.
Bahan baku untuk sample air dari, uji lab ini, tim dari DLH Bojonegoro melakukan penelusuran di beberapa titik di Sungai Bengawan Solo. Yaitu dari Kecamatan Margomulyo, juga di Ngraho, Padangan, Malo, Kalitidu, dan juga di Taman Bengawan Solo yang berlokasi di utara Pasar Besar Kota Bojonegoro.

Nurul Azizah, mengatakan pihak DLH Bojonegoro telah berkirim surat ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Kemudian DLH Jawa Timur akan berkirim surat ke Dinas Lingkungan Hidup Jawa Tengah. Tujuannya menelusuri penyebab pencemaran yang terjadi di sungai.

Apalagi, lanjutnya, Sungai Bengawan Solo, mengaliri beberapa daerah. Di Jawa Tengah lewat Kota Solo, Kabupaten Karanganyar dan Sragen. Sedangkan di Jawa Timur melintas di Kabupaten Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan hingga bermuara di laut Kabupaten Gresik.”Kita sudah kirim surat,” imbuhnya.

Reporter : Tim
Editor : Sujatmiko