Tuesday 11th December 2018

Kantor Uji Kendaraan Diambil Pusat, Bojonegoro:Kita Protes

Kantor Uji Kendaraan Diambil Pusat, Bojonegoro:Kita Protes
(Iskandar, Kepala Dishub Bojonegoro saat Konferensi Pers, di Ruang Rapat, Rumah Dinas, Bupati Bojonegoro, 22-6-2018)

Bojonegoro-Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memprotes soal rencana Pemerintah Pusat akan mengambil alih Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)  Pengujian Kendaran Bermotor. Alasannya, kantor dimaksud menjadi salah satu pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Saya dan kabupaten/kota lainnya protes jika aset kantor uji kendaraan diambil alih pusat,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro Iskandar pada Rabu 1 Agustus 2018.

Penegasan Iskandar ini disampaikan disela-sela rapat dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur di Surabaya dan Dinas Kantor Perhubungan Kabupaten/Kota se-Jatim. Menurutnya, Dinas Perhubungan di daerah masih mampu jika tetap mengelola UPTD Kantor Pengujian Kendaraan Bermotor.”Kita masih mampu,” tandasnya.

Menurut Iskandar, selama ini andalan daerah-daerah untuk pemasukan PAD dari Dinas Perhubungan sebagian sudah diambil pusat. Contohnya, jembatan timbang di Kecamatan Baureno, Bojonegoro, ditutup. Kemudian terminal kendaraan angkutan umum juga sudah diambil pusat. Seperti di Bojonegoro ada Terminal Rajekwesi tipe A, yang selama ini pemasukannya cukup besar untuk Pemerintah Bojonegoro.

Iskandar mengatakan, jembatan timbang yang ada daerah juga sangat penting. Setidaknya untuk mengontrol kendaraan lewat, terutama yang mengangkut beban berat. Tujuannya, jelas agar jalan-jalan yang dilalui bisa dilihat dan diukur kwalifikasi jalannya. Makanya, saat jembatan timbang di Kecamatan Baureno ditutup dan hingga kini belum difungsikan, kondisinya kian parah. Karena tidak ada yang menunggu dan tutup.”Kondisinya seperti rumah hantu, tak terawat karena tutup,” paparnya.

Makanya, lanjut Iskandar, begitu ada kabar bahwa Kantor UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor diambil alih pusat, pihak daerah menggelar rapat. Alasannya tentu jelas, yaitu agar upaya ini ditunda dahulu. Misalnya ada evaluasi, saran dan lainnya, atas rencana Pemerintah Pusat. “Kita di daerah, masih mampu,” tandasnya.

Sedangkan Kantor UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor di Bojonegoro, berlokasi di Jalan Ahmad Yani, atua sebelah timur Terminal Rajekwesi Kota Bojonegoro. Lokasi kantor berada di jalan nasional yang menghubungkan Bojonegoro dengan Lamongan.

Reporter : Tim
Editor : Sujatmiko