Saturday 20th October 2018

Warga Tuntut TWU di Buka Kembali

Warga Tuntut TWU di Buka Kembali
(Pertemuan Antara Pengunjuk Rasa Dengan Anggota DPRD Bojonegoro)

Bojonegoro – Sebanyak 15 Warga sekitar Blok Cepu mengatasnamakan Forum Kedaulatan Masyarakat Bojonegoro (FKMB) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, kedatangnnya langsung di terima oleh Komisi A dan komisi D yakni Anam Warsito, Doni Bayu Setyawan dan Mashadi. Sedianya seperti dalam surat pemberitahuan Unjuk Rasa yang ditujukan ke Kepolisian, yang akan ikut unjuk rasa 100 orang.

Kepada Anggota DPRD Ketua FKMB Edi susilo mengatakan, jika pemkab tidak peduli pada investor, padahal keberadaan PT TWU (Tirta Wahana Universal) berdampak besar pada perekonomian warga, namun dengan tutupnya PT TWU terjadi penganggugaran, selain itu transportir saat ini cemas lantaran truk tangki yang di miliki terancam di ambil pihak Leasing. Edi Susilo menambahkan tutupnya TWU lebih disebabkan konflik kepentingan politik nasional sehingga pasokan minyak ke PT TWU dihentikan, padahal minyak EMCL (Exxon Mobil Cepu Limited) masih mengalir, “kita berharap ada solusi dari para Anggota DPRD” pungkasnya.

Menurut Kades Sumengko Suryono, saat ini akibat PT TWU tutup 600 orang sekitar PT. TWU menanggur, untuk itu pihaknya memohon arahan agar di berikan kesempatan untuk terlibat dalam proyek migas baik EMCl maupun di JTB (Jambaran Tiung Biru) secara adil dan merata “angka pengguran meningkat pasca PT TWU di tutup” pungkasnya.

Menanggapi aduan tersebut, Anam Warsito menyampaikan terkait dengan kembali beroperasinya PT TWU di luar tupoksi DPRD, karena Kilang minyak murni bisnis, sehingga keputusan dioperasionalkanya PT TWU sepenuhnya adalah tergantung negoisasi antar kedua belah pihak “namun kita akan mendatangi Pertamina yang memiliki jatah minyak untuk PT TWU tersebut” pungkasnya.

Menurut Doni Bayu Setyawan, pihaknya memahami permasalahan yang disampaikan, karena pengangguran saat ini sangat tinggi sehingga keperihatinan ini akan ditindaklanjuti “ini adalah kebijakan pusat” ujarnya.

Masih menurut doni, kalaupun tidak bisa beroperasi, pihaknya berusaha agar PT. TWU tetap ada kegiatan usahanya.

Reporter : Rozikin
Editor : Syafik