Tuesday 21st August 2018

Jelang Idul Adha, Bojonegoro Nyatakan Bebas Anthrax

Jelang Idul Adha, Bojonegoro Nyatakan Bebas Anthrax
(Penjual Kambing Qurban di Bojonegoro; Sumber Foto : Bojonegorokab.go.id)

Bojonegoro-Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur menyatakan bebas penyakit anthrax (bacillus anthraksis) atau radang limpa. Penegasan ini untuk meyakinkan masyarakat beberapa pekan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Ardiyono Purwiyanto, daerahnya sudah dinyatakan terbebas dari penyakit anthrax dan juga penyakit mulut kuku.”Ya kita telah bebas baksil anthrax,” ujarnya Selasa 30 Juli 2018.

Meski demikian lanjut, Ardiyono, pihaknya tetap melakukan kewaspadaan dan pengawasan. Di antaranya dengan menurunkan tim dari Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro. Yaitu dengan melakukan pengawasan da memperketat jalur perbatasan dari dan yang masuk di kabupaten perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah.

Sedangkan jalur perbatasan yang diperketat, di antaranya Pos Hewan Kecamatan Padangan, Bojonegoro, Jawa Timur–Cepu, Blora, Jawa Tengah. Juga Pos Hewan Margomulyo, Bojonegoro—Kabupaten Ngawi. Jalur antara Kecamatan Gondang, Bojonegoro—Kabupaten Nganjuk. Juga Pos Hewan di Kecamatan Baureno, Bojonegoro—Babat, Lamongan. “Itu bentuk antisipasi,” ujarnya. Ditambahkan, hewan ternak yang diawasi, seperti sapi, kerbau dan juga kambing.

Menurut Ardiono, beberapa tahun silam, penyakit anthrax memang tengah berkembang di beberapa daerah di daerah lain di luar Jawa Timur. Tetapi setelahnya sudah tidak muncul lagi hingga sekarang ini. Meski demikian, antisipasi tetap dilakukan oleh tim di bawah Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro.

Data di Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro menyebutkan, populasi ternak sapi di kabupaten ini tahun 2017 sebanyak 201.75 ekor. Dari jumlah tersebut ada sebanyak 81.000 ekor sapi betina usia produktif. Sedangkan areal peternakan sapi di Bojonegoro menyebar di beberapa kecamatan terutama di bagian barat. Seperti Kecamatan Tambakrejo, Kasiman, Ngraho, Malo dan juga di Padangan.

Kabupaten Bojonegoro juga telah mengembangkan Sekolah Peternakan Sapi (SPR) yang berlokasi di empat kecamatan yang mulai dirintis 2014 lalu. Yaitu Kecamatan Kedungadem, Temayang, Kasiman dan Tambakrejo. Pengembanga SPS langsung dibimbing oleh Direktorat Jenderak Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Lembaga tersebut diproyeksikan sebagai percontohan pengembangan sapi di seluruh nusantara.

Reporter : Tim
Editor : Sujatmiko