Monday 15th October 2018

Petani Tembakau Merasa di Abaikan

Petani Tembakau Merasa di Abaikan
(Tanaman Tembakau Desa Nguwok, Kecamatan Modo Lamongan)

Lamongan-Tembakau produksi Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan dikenal dengan kwalitas unggul. Sayang tidak adanya perhatian intens dari Pemkab Lamongan menjadikan komoditi rokok ini semakin terabaikan.

Setiap musim kemarau petani di Desa Nguwok selalu menanam tembakau. Sedikitnya terdapat 45 Hektar lahan sawah yang ditanami tembakau. Mereka mulai bercocok tanam pada bulan Juni dan panen sekira bulan Agustus.” Saat musim kemarau petani lebih suka menanam tembakau dari pada jagung atau kacang kedele, ” kata Kepala Desa (Kades) Nguwok Suwandi.

Dipilihnya tanaman tembakau dikarenakan tanah pertanian di Desa Nguwok relatif gembur dan cocok untuk tanaman tembakau. Selain itu petani sudah cukup berpengalaman dalam bercocok tanam tembakau.

Salah satu petani tembakau Sutrisno mengaku sudah puluhan tahun menanam tembakau. Dirinya tidak tertarik untuk beralih menanam jagung meski saat ini Bupati Lamongan Fadeli tengah gencar berkampanye mengajak petani menanam jagung.

Dilahan sawah seluas satu hektar petani berumur lanjut ini menanam tembakau jenis Blate 45 dan virgin.
” Sekira dua tiga Minggu lagi panen. Kalau harga bagus harga tembakau bisa tembus Rp27 ribu-30 ribu perkilogram, ” ungkapnya.

Walau tidak sepopuler tembakau produksi Bojonegoro tembakau Desa Nguwok sudah punya tempat sendiri dipasaran perusahan rokok. Selama ini hasil panennya selalu di tampung oleh perusahaan toko Jarum.

Yang dikeluhkan Sutrisno dan petani tembakau lainnnya, selama ini belum pernah ada pembinaan dari Dinas terkait. Sehingga jika ada serangan hama yang merusak tanaman petani harus menanggung kerugian puluhan juta rupiah.

Reporter : Totok Martono
Editor : Syafik