Wednesday 14th November 2018

2016 Rugi, Kini BBS Setor Kembali

2016 Rugi, Kini BBS Setor Kembali
(Grafik Rugi Laba dan Setoran PT. BBS Ke PAD )

Bojonegoro-Pt. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro dalam laporan keuanganya tahun 2016 mengalami kerugian sebesara Rp.863.035.045,00 (Delapan Ratus juta lebih), sehingga pad atahun 2017 Perseroan Terbatas plat merah ini tidak dapat setor ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dan pada tahun 2018 PT. BBS dapat memberikan sumbangan ke PAD karena berdasarkan laporan keuangan tahun 2017, Perusahaan yang didirikan sejak tahun 2006 ini membukukan keuntungan sebesar Rp 304.450.186,00 (Tiga Ratus juta lebih).

Dari data yang ada di Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, tahun 2014 PT.BBS mencatatkan Laba sebesar Rp 1.741.788.772,00 (Satu Milyar Tujuh Ratus Juta Lebih) dari laba tersebut PT. BBS memberikan kontribusi ke PAD tahun 2015 sebesar Rp 513.037.425,00 (Lima Ratus Juta lebih) dan Pada Tahun 2015 Catata labanyanya naik menjadi Rp 3.895.318.428,00 (Tiga Milyar Delapan Ratus Juta lebih) dengan setoran ke PAD tahun 2016 sebesar Rp 1.425.395.199,00 (Satu Milyar Empat Ratus Juta lebih). Sementara setoran tertinggi PT. BBS pada PAD Bojonegoro dilakukan pada tahun 2015 yakni sebesar Rp 4.636.256.706,00 (Empat Milyar Enam Ratus Juta Lebih).

(Tabel Laba Rugi PT. BBS, tahun 2014 – 2018)

 

Panitia Khusus (Pansus) II Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Bupati Tahun 2017, mendapatkan laporan dari Direktur PT. BBS Tony Ade Irawan, bahwa selama berdiri sampai tahun 2018 setoran PT. BBS kepada PAD sudah mencapai 13 Milyar Rupiah. Menurut anggota Pansus dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Lasuri, jumlah setoran sudah melebihi modal yang diberikan “Tren Perusahaan juga positif” Kata Politisi asal Baureno ini.

Lebih lanjut Lasuri menyampaikan usaha yang menyokong perkembangan positif dari Perusahaan yang didirikan berdasarkan Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2016 ini, adalah Pengelolaan sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan. PT. BBS diberikan hak pengelolaan sebanyak 449 Sumur bekerja sama dengan kelompok penambang dan sampai saat ini hanya 30 Sumur yang dapat menghasilkan dengan perputaran uang sebanyak 2 Milyar Rupiah per bulan “Pembayaran ke Penambang lancar dan jumlah setoran minyak ke Pertamina juga meningkat” Pungkas Lasuri.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bojonegoro, Rahmat Junaidi, mengatakan adanya permasalah sosial di lokasi sumur minyak tua dan belum efektifnya sistem pengelolaan menjadikan Pendapatan dari Bisnis ini tidak maksimal, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut pihaknya merekomendasikan PT. BBS terus membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar dan memperbaiki sistem pengelolaan” Efektif akhir 2017 sudah mulai nampak berbagai perbaikan dan dilanjutkan perbaikan kinerja yang mendukung juga bagi laba perusahaan” Kata Rahmat Junaidi.

Sementara itu Direktur PT. BBS, Tony Ade Irawan, menyatakan saat ini pengiriman minyak ke Pertamina mengalami peningkatan. Dan dia menegaskan bahwa pembayaran ke penambang pun juga tidak ada masalah dan lancar. ‘’Termasuk hak penambang dan lingkungan serta Desa nantinya akan kami berikan,’’ jelasnya.

Reporter : Rozikin
Editor : Syafik