Tuesday 21st August 2018

DLH: Industri Migas Berkontribusi Pada Peningkatan Suhu Di Bojonegoro

DLH: Industri Migas Berkontribusi Pada Peningkatan Suhu Di Bojonegoro
(Desiminasi hasil penelitan LPPM Unigoro)

Bojonegoro- Harjono, Ketua Tim Peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) memaparkan hasil penelitian tentang perubahan suhu yang terjadi Di Bojonegoro. Pengambilan data suhu dilakukan di 5 titik yakni Kecamatan Baureno, Dander, Bojonegoro, Gayam, dan Ngasem dengan alat yang dibuat sendiri dan diakui sudah dikalibrasi oleh lembaga kredible. Penelitian dilakukan pada bulan Februari, Maret dan April. Selain itu penelitian juga menggunakan data sekunder dari citra satelit.

Dalam pemaparannya Harjono menyebutkan belum ada penelitan ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan bahwa industri migas berkontribusi terhadap peningkatan suhu di Bojonegoro “Belum ada bukti ilmiah”

Dari hasil penelitian tersebut peningkatan suhu lebih disebabkan faktor alam seperti El Nino yang menyebabkan kenaikan suhu global termasuk Bojonegoro, sejak tahun 2009 dan paling tinggi tahun 2013 “Faktor El nino menjadi salah satu sebab kenaikan suhu’ Kata Pria yang juga dekan Fakultas Teknik ini pada acara desiminasi hasil penelitian di Aula Unigoro, Kamis 26-7-2018.

Harjono mencontohkan panas di wilayah Dander bukan di sebabkan adanya api abadi di kahyangan api, namun faktor lahan terbuka yang berupa bebatuan, dengan kedalaman tanah hanya 25 Centi meter.

Menaggapi hasil penelitan dari LPPM Unigoro, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah menyampaikan Industri Migas tetap punya kontribusi pada peningkatan suhu di Bojonegoro “ya mesti dibantah oleh Perusahaan Migas” Kata Nurul Azizah

Lebih lanjut Nurul Azizah mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan masih makro karena suhu rata-rata di Jawa Timur 38 derajat celcius, sementara di Bojonegoro 36-43 derajat celcius, selain faktor industri migas, faktor lain penyebab perubahan suhu di Bojonegoro adalah alih fungsi lahan hutan untuk keperluan lain.

Sementara itu Heri Mulyanti salah satu anggota tim peneliti dari LPPM Unigoro mengakui jika penelitianya belum secara khusus menyasar ke industri migas seperti di lapangan banyu urip dan wonocolo kedewan “jika mengarah ke daerah industri akan membutuhkan data panjang” Pungkasnya dengan nada tersenyum.

Reporter : Rozikin
Editor : Syafik