Saturday 20th October 2018

Perhutani Parengan Jadi Percontohan Penangkaran Rusa

Perhutani Parengan Jadi Percontohan Penangkaran Rusa
(Penangkaran Rusa KPH Parengan; Sumber foto : Monitor.co.id)

Tuban-Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Malo, dijadikan pilot project atau percontohan penangkaran rusa (rusa timorensis). Ke depannya ada program kerjasama antara Perhutani dengan Pemerintahan Desa untuk penangkaran hewan endemic Pulau Jawa, Bali dan Timor ini.

Lokasi BKPH Malo berada di arah barat daya sekitar 22 kilometer dari Kota Bojonegoro. Secara administratif masuk di Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Penangkaran berada di areal Kantor BKPH Malo yang berjarak sekitar 500 meter dari Pasar Malo.

Menurut Administratur KPH Parengan Badarudin, usulan KPH Parengan dijadikan pilot project pemeliharaan dan pengembangbiakan Rusa Jawa diputuskan dalam waktu dekat ini. Alasannya, selain areal hutan, juga lokasi hutan Parengan yang cocok untuk pengembangbiakan rusa. ”Ya, hutan kita jadi pilot project pengembangan Rusa Jawa,” ujarnya , Selasa, 23 Juli 2018.
Awalnya, lanjut Badarudin, penangkaran rusa, hanya memelihara 11 ekor rusa kiriman dari KPH Blitar, KPH Ngawi dan KPH Kudus, pada tahun 2014 silam. Penangkaran Rusa Jawa ini bagian dari kerja sama tiga lembaga, yaitu Perhutani KPH Parengan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan PT Pertamina.

Setelah melewati tahun empat, jumlah Rusa Jawa yang dipelihara bertambah menjadi 49 ekor, dengan rincian 41 ekor ditangkarkan di BKPH Malo dan delapan ekor dirawat di Wisata Prataan, sebuah tempat rekreasi air panas di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. ”Cepat berkembangbiaknya,” paparnya.

Badarudin menyebutkan, ke depan akan ada kerja sama antara Pemerintahan Desa dan komunitas Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Bojonegoro dengan KPH Perhutani Parengan. Akan ada semacam perjanjian bersama untuk penangkaran rusa “Rusa dipelihara oleh LMDH atas pengawasan Pemerintah Desa,” imbuhnya.

Kepala Seksi II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) Jawa Timur di Bojonegoro, Andi Sumarsono, mengatakan bahwa Perhutani KPH Parengan telah berhasil mengembangkan rusa. “Ya, cukup berhasil,” ujarnya saat dihubungi.
Menurut Andi Sumarsono, pihak KPH Parengan sudah punya izin pengedar atau bisa menjual hasil keturunan rusa. Pihak, KPH Parengan juga telah menjual rusa peliharaannya ke Semen Tuban sebanyak dua ekor. Dan program ke depannya, rusa akan dilepasliarkan sebanyak empat ekor di Taman Hutan Rakyat R Suryo Malang pada Hari Cinta Satwa pada 5 November 2018. Program lepas liar rusa, akan terus dilakukan di beberapa tempat yang dianggap komitmen menjaga satwa langka.

Sumber : Humas KPH Parengan
Editor : Sujatmiko