Tuesday 21st August 2018

Blora Berpredikat Kabupaten Layak Anak

Blora Berpredikat Kabupaten Layak Anak
(Menteri Kemen PPP Yohana Susana Yembisa memberikan penghargaan keada Wakil Bupati Blora Arief Rohman, di Hari Anak Nasional di Surabaya Senin 23-7-2018)

Blora-Pemerintah Kabupaten Blora meraih penghargaan sebagai daerah layak anak Pratama 2018. Predikat tersebut diraih setelah mendapat penghargaan dari Kementerian Permbedayaan Peremuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) yang digelar di Jakarta pada Senin malam (23/7/2018).

Penghargaan diberikan oleh Menteri Kemen PPPA Yohana Susana Yembisa kepada Wakil Bupati Blora Arief Rohman yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2018 di Surabaya Senin mala (23/7/2018). “Kami memberikan apresiasi ke Kepala Daerah yang berhasil menyelenggarakan layanan perlindungan dan pemenuhan hak anak,” ucap Menteri kelahiran Manokwari, Papua ini, bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2018 di Surabaya Senin malam (23/7/2018).

Wakil Bupati Blora Arief Rohman menyatakan terima kasihnya kepada Kementerian PPPA atas pemberian predikat Kabupaten Layak Anak 2018 tingkat Pratama. Predikat ini diharapkan bisa menjadi pelecut semangat Pemerintah Blora untuk terus meningkatkan pembangunan dan pelayanan yang berkelanjutan dengan memperhatikan pemenuhan hak anak. “Sehingga anak-anak merasa aman dan nyaman tinggal di Blora,” ujarnya.

Menurutnya, Blora bisa menerima penghargaan ini karena dinilai telah mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak. Yakni melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Program ini terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk terpenuhinya hak dan perlindungan anak.
Contohnya pembangunan taman kota yang dilengkapi dengan mainan anak dan sarat edukasi seperti Taman Sarbini, Taman Tirtonadi, Taman Mustika hingga Alun-alun saat Car Free Day. Begitu juga di sekolah, layanan kesehatan dan perpustakaan umum.
Kemudian minimnya reklame iklan rokok yang terpasang di tempat umum agar tidak mempengaruhi persepsi anak. Serta peningkatan pelayanan publik dengan tidak mengabaikan kepentingan anak. Minimnya angka pernikahan dini juga menjadi salah satu indikatornya. Blora juga punya jargon GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat). “Mari rangkul anak-anak kita, karena Anak GENIUS adalah anak-anak Indonesia,” pungkas Arief Rohman.

Sumber : Humas Pemkab Blora
Editor : Sujatmiko