Tuesday 21st August 2018

Merawat Kebersamaan Dengan Dolanan Tradisional Dalam MPLS

Merawat Kebersamaan Dengan Dolanan Tradisional Dalam MPLS
(Penutupan MPLS Tahun Pelajaran 2018/2019 di SMPN 1 Bojonegoro)

Bojonegoro – “Keragaman Budaya Nusantara sebagai pondasi menyiapkan generasi emas jaya dan mendunia” begitulah bunyi tema di Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bojonegoro, yang berlangsung selama seminggu dan Sabtu 21-07-2018 secara resmi ditutup oleh Kepala SMP Negeri 1 Bojonegoro Lasiran dalam Apel Penutupan yang berlangsung di halaman sekolah setempat yang di ikuti 317 Anak didik baru.

MPLS yang di mulai pada 16 Juli 2018 tersebut sesuai tema, Guru dan Siswa yang Lama menggunakan pakaian adat mulai jawa, sunda, madura, pelembang hingga batak untuk mencerminkan kebhinekaan dalam satu bingkai Negara Republik Indonesia.

Menurut Kepala SMP Negeri 1 Bojonegoro Lasiran, masa sekolah adalah masa kegembiraan sehingga dalam MPLS juga di kemas dengan kegembiraan seiring era milineial yang di sebut kids jaman now ditandai dengan antar tetangga tidak kenal, serta ketika dalam satu lokasi masing-masing anak asyik dengan Handpone-nya masing-masing, main game sendiri atau meningkatnya individualitas dalam diri anak maka MPLS di kemas dengan permainan tradisional, baik dakon, permainan karet serta sepur – sepuran , mul – mulan dan lainnya, tujuanya memaksa anak-anak berkomunikasi dengan orang lain “berkomunikasi dengan orang lain, menghormati dan sikap yang baik wajib di terapkan, kalau egois maka tidak akan memiliki teman” Kata Lasiran

Masih menurut Pria yang sebelumnya menjabat sebagai kepala SMPN 2 Bojonegoro ini, baik materi wawasan wiyata mandala, pengenalan lingkungan sekolah, ektra kurikuler dan lain sebagainya di kemas dalam bentuk dolanan tradisional sehingga anak anak senang, gembira dan mengena. serta para anak didik baru di minta untuk berkiblat kepada kakak kelasnya dalam mengenal lingkungan sekolah, di contohkan saat datang ke sekolah yang di situ di sambut bapak ibu guru dan kakak kelas agar mengucapkan salam, lebarkan senyum dengan menyapa dengan guru jabat tangan di cum tangannya dengan muka lurus.

Selanjutnya saat berada di sekolah ada saatnya merawat tanaman, waktunya membaca buku, membaca kitab suci, serta budaya ke kantin dengan harapan para anak didik tidak bertentangan dan mematuhi semua karena semua tersebut juga berkenaan dengan sanksi, sehingga nantinya bisa menjawab tantangan emas tahun 2045 yang akan datang.

Reporter : Rozikin
Editor : Syafik