Wednesday 14th November 2018

Proyek Jembatan Trucuk
Komisi A Panggil Dinas PU dan Kotraktor Pasca Lebaran

Proyek Jembatan Trucuk <br>Komisi A Panggil Dinas PU dan Kotraktor Pasca Lebaran
(Jembatan Trucuk Belum Kelar, Masyarakat Menyebrang Lewat Jembatan Darurat, dok. 12 Juni 2018)

Bojonegoro-Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Bojonegoro yang membidangi hukum dan pemerintahan, mendapatkan banyak pengaduan dari masyarakat terkait molornya pembangunan Jembatan Trucuk. Dalam pengaduanya masyarakat menyampaikan adanya indikasi penyimpangan dan dugaan pelanggaran hukum. Untuk itu Komisi A berencana memanggil Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Kontraktor Pelaksana Proyek Jembatan Trucuk setelah libur Lebaran “Indikasinya Lunaknya Dinas terkait atas molornya pembangunan” Kata Anam Warsito, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Kamis 14-5-2018.

Masih menurut Anam Warsito, seharusnya setelah perpanjangan pertama yang berakhir maret 2018, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersikap tegas dengan memberikan sanksi Pemutusan Kontrak seperti yang dilakukan kepada kontraktor yang lain, jika tidak mampu menyelesaikan pekerjaan. “Masyarakat menjadi curiga dengan sikap Dinas dibalik perpanjangan pengerjaan jembatan trucuk” Tegas Pria yang juga Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bojonegoro.

Baca :-  Tiga Kali Lebaran Jembatan Trucuk Tak Kunjung Jadi

Seperti diketahui Proyek Jembatan Trucuk dimulai pekerjaanya tahun 2016 oleh Kontraktor penyedia jasa konstruksi yakni Bintang Sembilan Indah (Tanpa menyebutkan CV atau PT) senilai 23.403.700.000 (dua puluh tiga milyar empat ratus tiga juga tujuh ratus ribu rupiah) dari Nilai Pagu 25 Milyar tahun Juni 2016, dan dilanjutkan dengan tahun 2017 dengan kontraktor yang sama dengan nilai pagu lebih besar yakni 60 Milyar, Kontraktor menang dengan nilai Rp. 59.642.913.000,00 atau hanya turun 0,64% dari nilai Pagu.

Seharusnya Jembatan sudah dapat dimanfaatkan oleh Masyarakat pada awal Januari 2018 karena pekerjaan harusnya selesai pada akhir Desember 2017. Tetapi Kontraktor tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Kemudian oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalu Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kontraktor diberikan perpanjangan untuk mengerjakan proyek tersebut selamaa 50 Hari sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 4 tahun 2015, Pasal 93 ayat 1a. karena perpanjangan melebihi tahun anggaran. Dan perpanjangan ini seharusnya berakhir pada maret 2018 tapi ternyata kontraktor Bintang Sembilan Indah tidak mampu menyelesaikan pekerjaanya.

Baca : – Komisi D DPRD Bojonegoro Tunggu Realisasi Janji Dinas PU

Meski sudah tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dalam masa perpanjangan, Dinas Pekerjaan umum Bina Marga masih memberikan perpanjangan kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan yang diperkirakan kurang 20%. Dan hingga mendekati lebaran untuk tahun ke tiga ini Jembatan yang sudah diberinama oleh Mantan Bupati Suyoto dengan nama Jembatan Sosrodilogo belum juga dapat dimanfaatkan oleh masyarkat.

Reporter : Rozikin
Editor : Syafik