Tuesday 21st August 2018

Sidang Perangkat Desa; Pengakuan Saksi, Soal Mudah Tapi Dapat Nol

Sidang Perangkat Desa; Pengakuan Saksi, Soal Mudah Tapi Dapat Nol
(Suasana Sidang Lanjutan Gugatan Pengisian Perangkat Desa di Pengadilan Negeri Bojonegoro)

Bojonegoro-Sidang gugatan pelaksanaan pengisian perangkat desa di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro digelar, pada Rabu (4/4/2018). Sidang terkait agenda pembuktian dengan menghadirkan empat saksi dari penggugat.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Fransis Sinaga ini, menghadirkan penggugat dan empat tergugat. Pengunjung sidang dipenuhi para peserta tes perangkat desa yang tidak jadi, ingin melihat langsung jalannya persidangan. Sedangkan empat saksi yang dihadirkan, yaitu peserta pengisian perangkat desa yang gagal di formasi sekretaris desa di Desa Kedungrejo, Kecamatan Malo. Peserta pengisian perangkat desa yang mendapatkan nilai nol, dari Desa Bungur Kecamatan Kanor, Ketua BPD Desa Kedungrejo Malo. Juga Ketua Tim Pengisian Perangkat Desa di Desa Kuniran Kecamatan Purwosari.

Keterangan saksi pertama, Wahyu Dwi Putranto peserta pengisian perangkat Desa Kedungrejo dengan formasi sekretaris desa mengatakan, selama pelaksanaan hanya mendapatkan sosialisasi satu kali saja. Dan saat di lokasi pelaksanaan test tulis, tidak bertemu tim desa tempatnya mendaftar sehingga merasa kurang nyaman. “Saya juga mengetahui jika pihak ketiga pembuat soal adalah Universitas Negeri Semarang (UNNES),” ujarnya di persidangan .

Saksi kedua Kuslan calon perangkat Desa Bungur, Kecamatan Kanor mengaku mendapatkan sosialisasi sekali saja di kantor desa setempat, terkait kode formasi yang dipilih dan kode soal. Tapi, saat mengerjakan soal, tidak melihat kode soal yang ia kerjakan lantaran waktunya terbatas. Ia juga mengaku, soal soal yang dikerjakan sangat mudah sehingga mempertanyakan jika mendapat hasil nol.”Saya pertanyakan dapat nol,” ujarnya.
Padahal, menurut Kuslan jika dikoreksi secara manual, dirinya optimis mendapat nilai 80. sayangnya saat majlis hakim menanyakan apakah ada peserta lain di tempatnya mendapatkan nilai nol? “tidak.” Jawab saksi

Saksi ke tiga Sutikno, mengatakan, dengan adanya sejumlah aduan terkait pelaksanaan pengisian perangkat desa, dirinya menanyakan langsung ke Ketua Tim Pelaksana Desa. terutama terkait pengalihan kendali dari desa ke Tim Kabupaten Bojonegoro. Tetapi, Ia tidak menanyakan lebih jauh terkait adanya surat kuasa dari tim desa ke tim kabupaten.”Saya tak tanyakan lebih jauh,” papar pria yang juga Ketua BPD Desa Kedungrejo, Kecamatan Malo ini.

Saksi ke empat, menghadirkan Ketua Tim Pelaksana Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari Bambang. Dikatakan jika benar dirinya tanda tangan surat kuasa kepada Tim Kabupaten Bojonegoro. Namun ada hal yang tidak di setujui, saat majelis hakim menanyakan, apakah ia menandatangi? Dijawab “Iya.” Dan hal itu sebagai bentuk setuju atas item pemberian kuasa itu.

Sebelumnya, penggugat meminta kepada majelis hakim agar saksi memberikan kesaksian secara bersamaan. Namun hal itu ditolak lantaran sesuai aturan. Karena harus satu satu sehingga saksi satu dengan lainnya tidak saling mendengar. Sidang akan kembali digelar pada Rabu 11/04/2018 mendatang dengan agenda Penggugat akan menghadirkan saksi ahli.

Reporter : Rozikin
Editor : Sujatmiko