Thursday 13th December 2018

Warga Trojalu Akan Datangi Kejaksaan Bojonegoro

Warga Trojalu Akan Datangi Kejaksaan Bojonegoro
(Material Paving dan Pasir untuk pembangunan jalan)

Bojonegoro-Warga Dusun/Desa Trojalu Kecamatan Baureno akan datangi Kantor Kejaksaan Negeri Bojonegoro jika laporan terkait dugaan korupsi yang dilakukan kepala desa setempat tidak diproses secara hukum.

Alasannya karena warga mengaku telah memiliki bukti riil baik secara administratif maupun fisiknya. “Ini korupsi jangan sampai ada main-main kejaksaan,” ujar Sugeng Irianto warga RT 3 Dusun Trojalu pada Damarkita.com, Sabtu (17/2/2018)

Menurut Sugeng Irianto, saat ini Pemerintah Desa Trojalu, dalam hal ini kepala desa berusaha melakukan perbaikan hal hal yang diduga fiktif juga penggelembungan anggaran. Namun hal tersebut diharapkan tidak menjadikan peroses hukum berhenti. Karena anggaran tersebut di APBDes Tahun 2016 dan 2017 sudah lewat.

Sebelumnya, pihak Kejaksaan Negeri Bojonegoro sudah menerjunkan tim ke Desa Trojalu untuk mendapatkan sejumlah keterangan ke beberapa pihak. Menurut Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Agung Budi Susetio pihaknya akan melakukan pemeriksaan ke sejumlah saksi. Selanjutnya, baru akan ada kesimpulan proses hukum berlanjut atau tidak. “Saksi pelapor akan kita mintai keterangan,” ujarnya pada DamarKita.com Selasa (13/2/2018).

Warga  Dusun/Desa Trojalu khususnya warga RT 3 juga menolak pembangunan jalan lingkungan yang saat ini mulai dikerjakan pemerintah desa setempat. Warga menolak lantaran jalan lingkungan itu sebagai bukti laporan ke kejaksaan. Karena dalam laporan pertanggungjawaban kepala desa telah melakukan pembangunan jalan paving namun fiktif. “Kita tolak. Kenapa baru sekarang dibangun setelah di laporkan ke kejaksaan,” ujar Sugeng Irianto warga Desa Trojalu pada DamarKita.com Selasa (13/2/2018).

Penolakan juga disampaikan Irwan,  warga Desa Trojalu. Pihaknya  bersikukuh menolak pembangunan jalan itu karena harusnya itu anggaran tahun 2016. Ia bersama warga lainnya menuntut agar peroses hukum berjalan sampai selesai. “Jangan bangun dulu kalau proses hukum belum selesai. Karena ini bukti pembangunan fiktif,” paparnya.

Kepala Desa Trojalu Rujito enggan menemui jurnalis yang hendak wawancara meski sudah berada di kantornya. Seorang perangkat Desa Trojalu, meminta jurnalis untuk menunggu, karena kepala desa ada tamu. Namun, setelah tamu keluar Kepala Desa Rujito, juga  tidak menemui “Pak Kepala Desa sedang sibuk,” ujar perangkat desa Trojalu kepada jurnalis.

Camat Baureno Mukhamad Hariyanto tidak  berada di kantornya. Namun, setelah dihubungi lewat saluran telepon, mempersilahkan menanyakan langsung ke Kepala Desa Trojalu “Langsung tanyakan kepala desa,” ujarnya Selasa (13/2/2018). Pada saat bersamaa Damarkita.com telah melakukan konfirmasi ke Kepala Desa Trojalu, Rujito di kantornya, tetapi tidak ditemui.

Sebelumnya,  10 warga Desa Trojalu Kecamatan Baureno Bojonegoro melaporkan dugaan korupsi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) tahun 2016-2017 ke Kantor Kejaksaan Negeri setempat, Rabu (24/1/2018). Dugaannya fiktif,” ujar Amirudin, warga Desa Trojalu, Baureno, sekaligus  pelapor saat  di Kantor Kejaksaan Bojonegoro, Rabu (24/1/2018) lalu.

Menurut  Amirudin, sejumlah proyek APBDes, yang diduga fiktif, di antaranya pembangunan jalan RT 3 senilai Rp 16 juta lebih dari APBDes 2016. Kemudian, pelaksanaan pelatihan tanggap darurat bencana senilai Rp 11 juta. Perawatan jalan lingkungan senilai Rp 53 juta. Kemudian kegiatan pembinaan dan peningkatan produktifitas kelompok tani senilai Rp 41 juta. Ada beberapa proyek lainnya yang jika ditotal mencapai Rp 900 juta.”Kami menuntut agar diproses secara hukum atas tindakan Kades Trojalu,” imbuhnya.

Reporter : Rozikin
Editor : Sujatmiko