Thursday 13th December 2018

Kasus Trojalu, Kejaksaan Bojonegoro Turunkan Tim

Kasus Trojalu, Kejaksaan Bojonegoro Turunkan Tim
(Aksi Penolakan Warga Desa Trojalu terhadap pembangunan jalan paving)

Bojonegoro-Kasus Dugaan korupsi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Desa Trojalu Kecamatan Baureno yang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro berlanjut. Kejaksaan setempat sudah menerjunkan tim ke Desa Trojalu untuk mendapatkan sejumlah keterangan ke sejumlah pihak.

Menurut Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Agung Budi Susetio dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemeriksaan ke sejumlah saksi. Selanjutnya, baru akan ada kesimpulan proses hukum berlanjut atau tidak. “Saksi pelapor akan kita mintai keterangan,” ujarnya pada DamarKita.com Selasa (13/2/2018).

Sementara itu, di Dusun/Desa Trojalu khususnya warga RT 3 melakukan penolakan pembangunan jalan lingkungan yang saat ini mulai dikerjakan pemerintah desa setempat. Warga menolak lantaran jalan lingkungan itu sebagai bukti laporan ke kejaksaan. Karena dalam laporan pertanggungjawaban kepala desa telah melakukan pembangunan jalan paving namun fiktif. “Kita tolak. Kenapa baru sekarang dibangun setelah di laporkan ke kejaksaan,” ujar Sugeng Irianto warga Desa Trojalu pada DamarKita.com Selasa (13/2/2018).

Penolakan juga disampaikan Irwan, juga warga Desa Trojalu. Pihaknya akan bersikukuh menolak pembangunan jalan tersebut karena anggaran tahun 2016 tapi sekarang baru akan di bangun. Ia bersama warga lainnya menuntut agar peroses hukum berjalan sampai selesai. “Jangan bangun dulu kalau proses hukum belum selesai. Karena ini bukti pembangunan fiktif,” paparnya.

Pada saat bersamaan, warga Desa Trojalu juga mengaku resah dengan adanya sejumlah anggota aparat keamanan. Lima aparat keamanan melakukan pengamanan saat ada penurunan material di jalan yang tengah dibangun. “Kalau satu anggota wajar, lha ini ada lima orang” ujar warga yang enggan disebut namanya.

Kepala Desa Trojalu Rujito enggan menemui jurnalis yang hendak wawancara meski sudah berada di kantornya. Seorang perangkat Desa Trojalu, meminta jurnalis untuk menunggu, karena kepala desa ada tamu. Namun, setelah tamu keluar Kepala Desa Rujito, juga  tidak menemui “Pak Kepala Desa sedang sibuk,” ujar perangkat desa Trojalu kepada jurnalis.

Camat Baureno Mukhamad Hariyanto tidak  berada di kantornya. Namun, setelah dihubungi lewat saluran telepon, mempersilahkan menanyakan langsung ke Kepala Desa Trojalu “Langsung tanyakan kepala desa,” ujarnya.

Sebelumnya,  warga Desa Trojalu Kecamatan Baureno Bojonegoro melaporkan dugaan korupsi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) tahun 2016-2017 ke Kantor Kejaksaan Negeri setempat, Rabu (24/1/2018).

Terlapor dalam kasus dugaan korupsi ini, yaitu Kepala Desa Trojalu, Baureno, atas nama Rujito. Sedangkan yang melaporkan adalah 10 warga Desa Trojalu, atas laporan dugaan kasus korupsi untuk sejumlah proyek dari APBDes. Modusnya proyek-proyek yang dikerjakan diduga fiktif.”Dugaannya fiktif,” ujar Amirudin, warga Desa Trojalu, Baureno, sekaligus  pelapor saat  di Kantor Kejaksaan Bojonegoro, Rabu (24/1/2018).

Menurut  Amirudin, sejumlah proyek APBDes, yang diduga fiktif. Di antaranya pembangunan jalan RT 3 senilai Rp 16 juta lebih dari APBDes 2016. Kemudian, pelaksanaan pelatihan tanggap darurat bencana senilai Rp 11 juta. Perawatan jalan lingkungan senilai Rp 53 juta. Kemudian kegiatan pembinaan dan peningkatan produktifitas kelompok tani senilai Rp 41 juta. Ada beberapa proyek lainnya yang jika ditotal mencapai Rp 900 juta.”Kami menuntut agar diperoses secara hukum atas tindakan Kades Trojalu,” imbuhnya.

Reporter :Rozikin
Editor : Sujatmiko