Saturday 20th October 2018

Jembatan Trucuk Diragukan Selesai Desember 2017.

Jembatan Trucuk Diragukan Selesai Desember 2017.
(Kondisi Jembatan Trucuk 7-12-2017)

Bojonegoro-Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam siaran pers nya tanggal 4 Desember 2017, menyebutkan bahwa Jembatan yang menghubungkan Kota Bojonegoro dengan Kecamatan Trucuk atau diberi nama jembatan Sosrodilogo selesai pada akhir Desember 2017, namun baru bisa dilalui kendaraan bersekala kecil atau roda dua karena harus mendapatkan setifikat dari Komisi keselamatan Jalan dan Terowongan atai KKJT.

Dalam siaran pers tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Perumahan, Andi Tjandra mengakui bahwa kendala saat ini adalah pembangunan ponton di tengah untuk tempat crane sebagai alat angkut untuk menyelesaikan konstruksi di tengah jembatan. Pengerjaan proyek ini syarat teknologi jadi minim tenaga manusia. “Kelihatannya sepi namun proyek tetap berlangsung karena semua yang mengerjakan adalah mesin” Kata Andi Tjandra.

Tetapi anggota komisi D DPRD Bojonegoro, Mashadi, meragukan jembatan yang menghabiskan angaran lebih dari 83 Milyar ini akan selesai akhir tahun 2017 ini, dengan melihat progres yang dicapai saat ini, kondisi jembatan hingga hari ini 7-12-1017, baru terpasang tiang pancang di dua sisi tepi Bengawan solo, sementara sisi tengah yang menghubungkan nya belum terpasang “Saya ragu akan selesai akhir Desember ini” Kata pria yang juga Ketua Partai Hanura Bojonegoro.

(Salah Sisi Jembatan Trucuk 7-12-2017)

Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional atau Gapensi Jawa Timur, Agus Gendroyono , ketika ditemui disela-sela acara One Day Servis, Sertifikat Badan Usaha (SBU), Surat Ketrampilan Ahli (SKA) dan Surat Ketrampilan Teknik (SKT) di Hotel Aston hari ini 7-12-2017, yang diselenggarakan oleh DPC Gapensi Bojonegoro, mengatakan dengan melihat foto kondisi saat ini, dia meragukan dalam waktu kurang dari satu bulan dapat diselesaikan “sepertinya tidak mungkin akan selesai “ Kata pria asal Desa Mojoranu, Kecamatan Dander Bojonegoro ini.

Jembatan sosrodilogo yang melintasi Sungai Bengawan Solo, mempunyai panjang 145 meter dan lebar 9,75 meter, dibangun dengan model Lengkung Girder. Dimulai pada tahun 2016 dengan anggaran senilai 23,5 Milyar dan pada tahun 2017,menurut data dari LPSE Kabupaten Bojonegoro proyek ini dimenangkan oleh Bintang Sembilan Indah yang beralamat di Perum Bumiayu Indah-9 Kedung Kandang Kota Malang dengan nilai penawaran Rp 59.642.913.000,00 (Lima Puluh Sembilan Milyar Enam Ratus Empat Puluh Dua Juta Sembilan Ratus Tiga Belas Ribu), sehingga total anggaranya lebih dari 83 Milyar. Dan untuk tahun 2018 dianggarkan lebih dari 15 Milyar untuk penyempurnaan lanscape sehingga total anggarannya 100 Milyar. (Sy/Red)