Tuesday 11th December 2018

Usul Bus Sekolah Cegah Laka, Tapi Gak Disetujui

Usul Bus Sekolah Cegah Laka, Tapi Gak Disetujui
(Laka Lantas di Mejuwet Sumberejo, Pelajar Meninggal Dunia)

Bojonegoro-Pihak Komisi Pembangunan (Komisi D) DPRD Bojonegoro mengusulkan untuk bus sekolah guna mengantisipasi tingginya kasus kecelakaan lalu lintas yang menimpa pelajar. Namun, usulan yang diajukan dari APBD tahun 2016 tersebut, tak disetujui.”Ya, saya usul, tapi gak disetujui,” ujar anggota Komisi D DPRD Bojonegoro Mashadi pada DamarKita.com, Rabu (29/11/2017).

Sebenarnya, lanjut Mashadi, bahwa bus sekolah tidak harus mutlak dari duit APBD. Sebab ada alternative lain sebagai bantuan, yaitu dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau dana tanggung jawab sosial perusahaan. “Bisa lewat dana itu,” tandasnya.

Dari eksekutif, yakni Dinas Perhubungan juga pernah mengusulkan Bus Sekolah bahkan sudah tiga kali tahun anggaran dari 2015, 2016 dan 2017 tapi tidak disetujui juga dalam rapat pembahasan anggaran antara Badan Anggaran DPRD Bojonegoro dan Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro “Usulan kita empat Bus Sekolah “ Kata Kepala Dinas Perhubungan Iskandar.

Usulan Bus sekolah ini juga datang dari Tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD Bojonegoro dari PKS, Qohar Mahmudi, menurut qohar tingginya angka kecelakaan pada pelajar disebabkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat masih rendah, harus ada upaya penyadaran dan sangsi yang tegas “Selain infrastruktur jalan yang mungkin perlu diperlebar, mungkin bisa di upayakan adanya bus sekolah” Kata Pria yang mobilnya selalu di tempeli dengan pesan-pesan tertib berlalu lintas.

Ketua Komisi Pendidikan (Komisi C) DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, sesuatu yang memprihatinkan. Karena satu pelajar meninggal dunia setiap bulan karena kecelakaan adalah kondisi luar biasa. “Harus dicarikan solusinya,” ujarnya pada DamarKita.com, Rabu (29/11/2017). Untuk itu, Komisi C di bulan Desember 2017 mengagendakan rapat kerja. Yaitu mengundang kepolisian, dinas pendidikan, kementrian agama, dinas perhubungan dan oranisasi lain.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro M Munir mengaku prihatin atas tingginya kecelakaan lalu lintas yang menimpa pelajar di Bojonegoro. Diharapkan, kerjasama soal disiplin lalu lintas antara pendidikan di bawah Departemen Agama dengan Kepolisian Resort bisa dilaksanakan dengan baik.”Saya prihatin,” ujarnya pada DamarKita.com, Selasa (28/11/2017).

Menurut Munir, Kepolisian Resort Bojonegoro dan Madarasah Aliyah Negeri I Bojonegoro membuat kesepakatan dengan Memorandum Of Understanding (MoU) kesepakatan bersama—untuk ketertiban lalu lintas. Isinya, komunikasi, edukasi dan informasi berlalu lintas, ujian SIM kolektif, juga tempat latihan ujian SIM serta penyuluhan intensif. Selain itu, setiap tiga bulan ada petugas Satuan Polisi Lalu Lintas yang menjadi pembina upacara.

(Grafis Laka Lantas Melibatkan Pelajar/Syafik)

Sebelumnya, sebanyak 415 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar terjadi di Bojonegoro terhitung dari Januari- Oktober 2017. Atau jika dirata-rata ada sebanyak 41 kasus perbulannya yang melibatkan pelajar. Yang membuat prihatin, dari jumlah kasus kecelakaan, terdapat 13 pelajar meninggal dunia. Atau jika dirata-rata tiap bulan terdapat satu pelajar meninggal karena kecelakaan. Rinciannya delapan luka berat, 393 luka ringan. Kasus kecelakaan tertinggi, empat meninggal di bulan Maret 2017 silam. Demikian data dari Unit Kecelakaan Lalu Lintas, Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian Resort Bojonegoro.(Sy/Rj)