Thursday 18th October 2018

Diundang DPRD Bojonegoro, Unnes Mangkir

Diundang DPRD Bojonegoro, Unnes Mangkir
(Suasana Rapat Dengar Pendapat DPRD dengan APDESI, Peserta Test, Tim Kabupaten/Foto Syafik)

Bojoengoro – Wakil dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) mangkir saat diundang dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Rabu (8/11/2017). Kedatangan tim Unnes sudah ditunggu pengurus Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bojonegoro yang juga diundang di acara itu.

Kabarnya pihak Unnes ada acara Forum Group Discussion (FGD) dan kegiatan persiapan pertemuan dengan perguruan tinggi di Malaysia. Kebetulan acara tersebut jadwalnya sama dengan undangan dari DPRD Bojonegoro.”Itu isi surat balasan dari Unnes,” ujar Wakil Ketua Komisi Hukum dan Pemerintahan DPRD Bojonegoro Anam Warsito pada Rapat dengar pendapat, Rabu (8/11/2017)

Ketidak hadiran Unnes membuat Ketua DPRD Bojonegoro Mitroatin kecewa. Politisi Partai Golkar ini berharap kehadiran Unnes dapat membuat suasana menjadi kondusif. Atas ketidakhadirannya, Mitroatin telah mengagendakan untuk mengundang kembali pihak perwakilan dari Unnes. “Tentu kita menyayangkan,” tegas Bu Mit sapaanya.

(Baca :http://damarkita.com/2017/11/01/jika-kalah-di-ma-perda-perangkat-desa-bisa-tak-berlaku/)

Kekecewaan juga dirasakan oleh M. Khoirul Huda dari APDESI Bojonegoro Karena kepala desa juga tidak ingin menghambat tahapan pengisian perangkat desa, tetapi harus ada kejelasan dan kepastian bahwa tahapan yang telah dilaksanakan Tim Desa sesuai regulasi yg ada “Ya kami sangat kecewa” Ujar Kepala Desa Sedahkidul Purwosari ini.

Rapat dengar pendapat yang dimulai pukul 15.45 ini,  dihadiri oleh seluruh anggota Komisi Hukum dan Pemerintahan DPRD Bojonegoro. Kemudian Tim Pelaksana Kabupaten Bojonegoro dan penerima kuasa atas nama Khamami untuk kerjasama dengan pihak Unnes.(Sy/Rj)