Tuesday 21st August 2018

Warga Menulis
Sumpah Pemuda Jaman Now, Ciptakan Lapangan Pekerjaan

Warga Menulis <br> Sumpah Pemuda Jaman Now, Ciptakan Lapangan Pekerjaan
(Grafis/Syafik)

Oleh : Anam Warsito / Ketua KNPI Kabupaten Bojonegoro
“Selamat Hari Sumpah Pemuda 89, #Berani Bersatu”

89 Tahun yang lalu para pemuda dari berbagai entis, Ras dan Agama mampu mengkoordinasikan diri nya untuk melakukan kongres pemuda yang menjadi tonggak sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengucap ikrar sumpah pemuda. Lalu bagaimana seharusnya pemuda jaman now begitu sebutan yang sedang trending saat ini memaknai Sumpah Pemuda?
Dalam satu, dua bulan ini , perhatian sebagian besar pemuda Bojonegoro tertuju pada pendaftaran Perangkat Desa, Pendaftaran Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Panitia Pemilihan Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara (PPS). Ribuan pemuda tidak melewatkan kesempatan ini dengan mendaftarkan diri untuk mengisi lowongan tersebut, untuk pengisian perangkat saja lebih dari 7 ribu pemuda ikut mendaftar., agar bisa bekerja tentunya. Jadi ada ribuan pemuda yang belum memiliki pekerjaan di Bojonegoro ini, artinya permasalahan pengangguran masih belum dapat diselesaikan oleh pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Ini merupakan bukti bahwa pemerintah kabupaten Bojonegoro tidak serius dalam memfasilitasi pemuda agar pemuda dapat berwirausah dan membuka usaha secara mandiri dengan menfaatkan sumber daya lokal yang ada di Bojonegoro. Selain itu tidak adanya inovasi atau akselerasi program dari masing-masing dinas di Bojonegoro yang dapat merangsang dan menggerakan sektor usaha mikro yang bergerak pada bidang produksi dan jasa, semakin memperparah kondisi ini.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro seharusnya dapat memanfaatkan PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro yang merupakan Bank milik pemerintah kabupaten yang sudah digelontor modal hingga 210 Milyar agar menjadi solusi atas keterbatasan modal yang dialamai oleh usaha mikro yang diinisiasi oleh para pemuda yang memulai usaha. Namun anehnya Bank BPR plat merah ini tidak mampu melaksanakan fungsi fasilitasi dan merangsang tumbuhnya wirausah muda yang mau memulai usaha, ini dibuktikan dengan tidak mampunya Bank BPR yang beralamat di Jalan Mastrip ini memaksimalkan penyaluran dana atau tidak dapat tersalurkan. Padahal seharusnya jika disinergikan dengan program pelatihan yang dilakukan secara masif oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro maka pelatihan dapat berlanjut dengan usaha, dan bukan terkesan seremonial.

Untuk itu dalam kesempatan hari Sumpah Pemuda ini, DPD KNPI Bojonegoro menghimbau kepada seluruh pemuda di Bojonegoro untuk beradu kreatifitas dan inovasi untuk menjadi wirausaha muda sehingga tidak tergantung pada lowongan pekerjaan tapi malah justru menciptakan lapangan kerja. Dan berharap agar tanggung jawab dan peran serta pemerintah lebih berpihak kepada pemuda. Untuk itu ketua KNPI Bojonegoro yang juga Anggota DPRD ini telah menginisiasi adanya Peraturan Daerah (Perda) Kepemudaan yang diharapkan tahun ini bisa ditetapkan.