Monday 15th October 2018

Jenderal dan Bupati pun Berlatih Silat

Jenderal dan Bupati pun Berlatih Silat
(Peragaan Silat oleh Jendral dan Bupati/Foto Oleh Raafid)

BOJONEGORO -Ada yang menarik dari deklarasi Bojonegoro sebagai kampung silat damai di Alon-alon Kota Bojonegoro, Selasa 3 Oktober 2017. Yaitu seni peragaan jurus-jurus silat sejumlah jenderal dan juga pejabat di Kabupaten Bojonegoro.

Diawali dari aksi 1500 pesilat dari 13 perguruan silat di Bojonegoro. Seperti Tapak Suci, Setia Hati Teratai, Pagar Nusa, Kera Sakti, Perisai Diri, Merpati Putih, Beladiri Rajek Wesi, Margoluyo, Gubug Remaja, Pencak Organisasi, Rasa, Setia Hati Winongo,ASAD dan Kera Sakti. Para pesilat lengkap dengan pakaiannya itu, bergemuruh memperagakan jurus tunggal dari Ikatan Pencak Silat Indonesia di Bojonegoro.

Gerakan silat yang dimainkan secara kolosal, nampak memenuhi lapangan tengah Alon-alon Kota. Tetabuhan tradisional mengiringi jurus-demi jurus yang dimainkan para pesilat dengan kompak. Sekitar 15 menit berselang, aksi para pesilat berhenti.

(Peragaan silat Kolosal/Foto Oleh Raafid)

Lalu, pemandu acara, mempersilahkan sejumlah pejabat dari Mabes Polri berdiri berjajar merapatkan barisan. Tiba-tiba dari arah panggung kehormatan di Tribun Alon-alon bagian selatan, turun mendekati pinggir lapangan. Mereka yang datang adalah pejabat penting dari Mabes Polri dan Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Seperti Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komisaris Jenderal Putut Eko Bayuseno, Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Machfud Arifin juga Kepala Kepolisian Resort Bojonegoro, Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyu Sri Bintoro. Tidak ketinggal Bupati Bojonegoro Suyoto.

Kemudian, seorang pesilat maju di depan. Beberapa detik ke depan, ada aba-aba Sang pendekar membuat gerakan jurus-jurus silat untuk ditirukan. Ada dua jurus silat yang diperagakan para pejabat tersebut. Sekitar lima menit, aksi memainkan perpaduan beladiri dari pelbagai perguruan silat ini berhenti. Tepuk tangan bergemuruh dari sedikitnya 2000 para pesilat dan warga di Alon-alon Kota Bojonegoro.

Dalam sambutannya Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan, deklarasi Bojonegoro Kampung Silat ini, bagian dari giatan merangkul para pendekar di kabupaten ini. Dengan dibuatkan pegiatan, diharapkan para pesilat bisa menyalurkan kegiatannya. Seperti ikut membantu terciptanya keamanan dan ketertiban. Selama ini mereka dibina oleh Kepolisian Resort dan juga Pemerintah Bojonegoro.”Kita berharap kegiatan ini berkesinambungan,” ujarnya di Alon-alon Kota Bojonegoro, Selasa 3 Oktober 2017.

Kepala Kabaharkam Komisaris Jenderal Putut Eko Bayuseno, deklarasi Bojonegoro Kampung Silat, sebagai aset bangsa. Setidaknya, para pesilat dari perguruan ini bisa untuk membantu keamanan dan ketertiban. Misalnya, untuk jangka panjangnya membantu Pemerintah saat digelar Pemilihan Kepala Daerah serentak.”Ya, salah satunya membantu keamanan,” ujarnya di Alon-alon Kota Bojonegoro.

Dia berharap, aktivitas Kepolisian Resort Bojonegoro merangkul pesilat dari 13 perguruan silat, bisa terus terjaga. Karena dengan demikian, bisa membantu aparat keamanan tidak hanya di kota besar, tetapi juga ditingkat bawah.rj