Wednesday 14th November 2018

PT. BBS Targetkan Setoran Ke APBD 2018, 220 Juta.

PT. BBS Targetkan Setoran Ke APBD 2018, 220 Juta.
(Kanto PT. BBS/Foto oleh Rozi)

Bojonegoro- PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) adalah salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, yang diharapkan dapat memberikan sumbangan yang besar kepada Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD). Namun seringkali tidak dapat memenuhi target yang di tetapkan dalam APBD. Dan pada Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun 2018, PT. BBS memasang target sebesar 220 Juta Rupiah.

Hal ini disesalkan oleh Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bojoengoro, Sally Atyasasmi, karena target yang dipasang terlalu kecil untuk BUMD seperti BBS ini. Padahal sebenarnya PT. BBS mempunyai peluang strategis untuk menangkap peluang di Kabupaten Bojonegoro, seperti proyek-proyek Nasional, serta besarnya alokasi dana untuk proyek proyek infrastruktur dari APBD. Apalagi di topang dengan keberadaan Perda Konten Lokal “ Menurut saya target yang di pasang terlalu kecil” kata Ketua Perempuan yang juga ketua Komisi C ini.

Berbeda dengan Sally, anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Sigit Kushariyanto, lebih dapat memahami kondisi PT. BBS, menurut Sigit, saat ini PT. BBS sedang mendapat pekerjaan mengelola sumur tua di wonocolo, sementara PT. BBS sedang mengalami kesulitan keuangan sehingga target PAD dari deviden sebesar 220 juta sangat realistis “Kita sadar dengan kondisi PT. BBS saat ini” Ujar pria yang juga ketua Komisi B DPRD Bojonegoro ini. Tapi Sigit meminta ke depan PT. BBS dapat memberikan sumbangan yang signifikan terhadap PAD Bojonegoro.

(Grafis PT. BBS/Diedit Oleh Syafik)

Sementara itu Toni Ade Irawan, Direktur PT. BBS beralasan, karena PT. BBS bergerak dari minus mnuju tidak minus, dan saat ini proyek PT. BBS yang baru berjalan salah satunya adalah pengelolaan sumur tua serta masih ada proyek yang terus di kejar oleh PT. BBS seperti mengambil peluang di proyek pengembangan lapangan Jambaran tiung biru, sehingga target penerimaan sendiri harus realistis dengan kondisi perusahaan saat ini. “ Kita bergerak dari minus menuju tidak minus” Kata Toni Ade sapaan akrabnya. Toni ade juga menambahkan salah satu usaha untuk memperbesar pendapatan adalah dengan membentuk anak perusahaan salah satunya BBS Konstruksi untuk mengambil peluang pada proyek-proyek Pemerintah, khususnya dari proyek infrastruktur di Kabupaten Bojonegoro. (Sy)